Menduga-duga

Menghitung kembali di pertigaan waktu malam itu
Sepat mata menahan arah waktu
Ngilu..
Dalam menanti yang tak berkesudahan
Kulayangkan mimpi pada kerjap-kerjap yang berkejaran

Mungkin sudah bukan saatnya lagi
Karena ucap tinggal menunggu pagi
Aku tak sempat tahu berapa lama kantuk menunggu
Dalam penat yang tercampak ragu
Ku tetaplah bayangan di pertigaan tak berpangkal
Tanpa sisa nafas ataupun lenguh yang bengal
Juga buta akan kemana matahari beberapa jam lagi
Ke tempatku atau pada tepi-tepi yang KAU ingini.
Share This Post: