Kiat Praktis Mengatasi Masalah Hidup

Kiat Praktis Mengatasi Masalah Hidup
Oleh : Syahrial, SH


Hal yang pasti tidak akan luput dari hidup kita sehari-hari adalah apa yang disebut dengan “Masalah” atau persoalan hidup. Dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Semua memungkinkan timbul masalah. Namum andaikata kita cermati secara seksama, ternyata dengan persoalan yang persis sama, siakap orangpun berbeda-beda. Ada yang begitu panik, goyah, kalut dan stres, tetapi ada pula yang menghadapi secara mantap, tenang atau bahkan menikmatinya.

Hal ini berarti bahwa “masalah” atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya, melainkan sikap terhadap persoalan tsb. Oleh karena itu siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik, benar, indah dan bahagia mutlak bagi dirinya untuk meningkatkan ilmu dan keterampilan dalam menghadapi aneka persoalan. Yang pasti akan terus kuantitas dan kualitasnya seiring dengan pertambahan umur, tuntutan, harapan, kebutuhan, cita-cita serta tanggung jawab.

Kelalaian kita dalam menyadari pentingnya bersungguh-sungguh mencari ilmu mengenai cara menghadapi hidup ini, ditambah dengan kemalasan kita dalam melatih dan mengevaluasi keterampilan kita dalam menghadapi persoalan hidup, berarti akan membuat hidup ini hanyalah sekedar perpindahan kesengsaraan, penderitaan, kepahitan dan tentu saja kehinaan yang bertubi-tubi.

Manusia dalam menempuh perjalanan hidup ini tidak lepas dari liku-liku cobaan hidup, ujian silih berganti, baik berupa kemiskinan, kesengsaraan dan berupa penyakit. Segala sesuatu yang menimpa manusia sehingga menimbulkan kesusahan dan kesengasaraan mka tiada lain untuk menguji sampai dimana kualitas iman kita.

Bila segala cobaan dihadapinya dengan penuh kesabaran, maka baginya pahala dari Allah SWT. Bila Allah mencintai umatnya, maka diuji lebih dahulu.
Dan anda jangan salah paham bila seorang mukmin dilanda beberapa ujian, baik kesengsaraan, penyakit dan berbagai macam problem kehidupan. Maka dalam hal ini berarti hamba itu benar-benar dicintai Allah. Bila ujian tersebut dihadapi dengan penuh kesabaran bukan berarti Allah membenci, kemudian diberinya ujian tersebut, karena dengan besarnya ujian yang akan diterima, bila sabar menghadapinya sesuai dengan sabda Nabi SAW yang berbunyi :

“ Bahwasanya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian bala dan sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai sesuatu kaum maka kaum itu diuji-Nya terlebih dahulu, maka barangsiapa yang dapat menghadapi ujian itu maka mendapat keridhaan Allah, dan barang siapa yang benci maka kemurkaan Allah baginya (HR Turmudzi) ”.

Dengan ujian yang menimpa seseorang, maka haruslah diterima dengan penuh kesabaran. Bila seseorang mendapat cobaan yang kemudian dihadapi dengan rasa benci, maka kemurkaan Allah akan menimpa dirinya, sehingga dengan demikian berbagai persoalan hidup dapat diatasi. Insya Allah masalah yang ada akan menjadi pendidikan dan Allah akan semakin mematangkan diri, melipatgandakan pahala dan menjadikan hidup ini jauh lebih bermutu, mulia dan terhormat di dunia sampai dengan akhirat. Amin…. Amin…… Ya


Share This Post: