Tahun Ini Agam Prioritaskan Rehab Rumah Tak Layak Huni

Rendahnya tingkat pendidikan, banyaknya tanggungan dan kurangnya sarana untuk usaha, merupakan faktor penyebab timbulnya status sosial ekonomi Rumah Tangga Miskin (RUTA) di kabupaten agam, ungkap kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Drs. Yunarlis kepada singgalang Selasa (2/5) di ruang kerjanya.

“Untuk tahun ini Prioritas utama kita adalah memberikan bantuan kepada Rumah tangga miskin yakni, bantuan rehab rumah yang tidak layak huni” katanya.
Dijelaskan yunarlis, banyak diantara Rumah tangga miskin di Kabupaten agam saat ini menepati rumah yang tidak layak huni, bahkan ada diantara keluarga tersebut menepati rumah yang ukuranya sangat kecil dengan jumlah anggota yang cukup banyak. Menurutnya rumah yang layak huni untuk ditempati berukuran idealnya 8 meter per orang, sedangkan untuk standar nasional, yaitu type 21.

Dalam penanganan keluarga miskin dan rehab rumah yang tidak layak huni saat ini pemda Agam telah mengangarkan dana baik dari Goro badusanak, APBD, dan bantuan dari Dinas sosial Pusat, khusus untuk rumah tidak layak huni juga akan ditangani oleh pihak Kimpraswil.

Hasil pendataan yang dilakukan saat ini tecatat 23.693 rumah tangga miskin di Kabupaten Agam, dari jumlah tersebut Pihak Dinas Sosial Agam telah membagi kedalam beberapa kategori yakni, kelompok rumah tangga miskin sebanyak 34 kuta, kelompok pengembangan Usaha rumah tangga miskin dengan jumlah, 5 kuta, dan kelompok usaha pokok rumah tangga miskin, sebayak 11 kuta.

Dari pembagian kelompok tersebut, diuraikan secara rinci tiap-tiap kendala dan bantuan yang dibutuhkan oleh rumah tangga miskin salah satunya, adalah di bidang pertanian, apakah KK miskin tersebut memiliki lahan sendiri, atau menggarap lahan milik orang lain. Pembagian ini menurut Yunarlis agar bantuan yang diberikan tersebut betul-betul tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Kelurga miskin yang bersangkutan.

Ditambahkannya, dari data-data rumah tangga miskin yang terpilah tersebut akan diserahkan penanganannya kepada masing-masing instansi yang terkait, misalnya masalah pertanian akan diserahkan kepada dinas yang bersangkutan yang akan membina dan memberikan baik pendidikan dan pelatihan kepada Keluarga Miskin tersebut, dari penanganan yang dilakukan oleh masing-masing instansi tersebut akan dimonitor langsung oleh dinas sosial.

Dalam melakukan pendataan dilapangan terhadap keluarga miskin saat ini terdapat 157 orang tenaga survey yang terdiri dari Dinas dan instansi ditambah dengan tenaga pendamping sebanyak 800 orang yang diambil dari kader-kader PKK yang terdapat di Jorong dan Nagari. ( Sumber Humas Agam )





Share This Post: