Hasil Ubi Jalar Baso Mencapai 56 Ton / Hektar

Hasil panen ubi jalar (ketela rambat) di kawasan pertanian Kecamatan Baso Kabupaten Agam mencapai 56 ton per hektare. dilakukan BPS bekerjasama dengan Diepertahor Propinsi Sumatera Barat di lahan pertanian kelompok Tani di Nagari Koto Tinggi, Senin lalu .

Kepala Cabang Dinas Pertabunhut Kecamatan Baso Jon Ismedi menjelaskan di kantor Camat Baso, Selasa (5/ 7), hasil panen ubi jalar itu jauh meningkat dari perkiraan. Kemudian kualitasnya cukup baik, berdasarkan hasil penilaian Dinas Pertanian Holtikultura Propinsi Sumbar.

Menjawab pertanyaan, dari lima nagari di Kecamatan Baso masing- masing mempunyai produk unggulan bidang pertanian. Nagari Tabek Panjang unggulan pisang dan plawija, Padang rTarok unggulan padi, Simarasok unggulan padi dan kulit manis, Bungo Koto Tuo, padi dan plawija. Sedang nagari Koto Tinggi khusus ubi jalar, kopi dan kulit manis.

Dari 63 kelompok tani di Kecamatan Baso, tahun 2005 ini tiga kelompok tani mewakili Kabupaten Agam ke tingkat Sumbar dan saat ini tengah dilakukan penilaian oleh tim penilai propinsi, diantaranya Kelompok Tani Saiyo Sakato Nagari Tabek Panjang, Kelompok Tani Tenggang Raso Nagari Simarasok. serta Kelompok P3A Sawah Baruah Salo Nagari Bungo Koto Tuo.

Hal senada dijelaskan Camat Baso Drs. Eryanson, bahwa tiga kelompok di wilayah kerjanya saat ini sedang dinilai oleh tim penilai lomba kelompok tani tingkat Sumbar. Keberhasilan pembinaan kelompok tani di Kecamatan Baso tidak terlepas terpaduan semua pihak, baik pembinaan secara teknis dan administrasi.

Adanya usaha peningkatan ekonomi masyarakat di sektor pertanian salah satu upaya menyukseskan pasar Agropolitan yang terletak di Koto Hilalang Kecamatan Arnpek Angkek."Tidak saja dibidang holtikultura sayur juga disektor peternakan cukup mendukung, akunya. ( Sumber Humas Agam )



Share This Post: