DPRD Kabupaten Agam Akan Keluarkan Perda Wajib Busana Muslim

Ketua DPRD Kabupaten Agam Yandril.S.Sos menyatakan, Peraturan Daerah (Perda) tentang wajib busana muslim dan tulis baca Alquran akan final Agustus ini.
Hal itu dikatakannya Senin (11/7) di ruang kerjanya, sehubungan menjawab pertanyaan masyarakat terhadap Perda wajib busana muslim dan baca tulis Alquran yang sampai sekarang DPRD setempat belum mengeluarkan Perda tersebut.

"Sejak kami dilantik, sampai sekarang kalau tidak salah sudah menerbitkan empat Perda. Diantaranya, Perda APBD dan LKPj lima tahunan," ujarnya.

Tentang Perda wajib busana muslim dan tulis baca Alquran, Yandril menjelaskan, secara umum masyarakat sangat menyetujui, tetapi sesuai dengan ciri khas yang dimiliki nagari masing-masing dan implementasinya juga diatur oleh setiap nagari-nagari.

Sementara rancangan Perda dimaksud, katanya secara Umum hanya mengatur tentang lembaga-lembaga saja seperti, PNS, perkantoran perkantoran, sekolah, dan lembaga-lembaga lainnya. "Sementara masyarakat menginginkan, peraturan itu untuk semua lapisan masyarakat Agam bukan sebatas lembaga-lembaga saja," paparnya.

Menjawab Singgalang adanya salah satu sekolah di Agam yang muridnya non Muslim, apakah akan tetap rnemakai pakaian muslim se suai Perda tersebut, Yandril menjelaskan hal itu tergantung kepada sekolah yang bersangkutan, karna Perda ini hanya berlaku khusus untuk masyarakat Agam yang muslim.
I)i bagian lain Yandril mengatakan, mengatasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di Agam tidak bisa diserahkan saja kepada pihak yang berwajib, karena Pekat melibatkan banyak aspek dan jaringan-jaringan yang agak sulit untuk diungkap.

"Pekat dapat diberantas dengan cara lakukan kerja sama antar instansi, seperti kepolisian, Kejaksaan, Pem da dan unsur masyarakt setempat. "Kalau, semua unsur, tersebut padu (kompak) tidak perlu Perda untuk mengatasi masalah pekat tersebut," katanya. ( Sumber Humas Agam )





Share This Post: