Festival Danau Dibuka, Dihadiri Turis Mancanegara

Gebyar spektakuler Dinas Pariwisata Seri Budaya, Kabupaten Agam yakni Festival Danau Maninjau menyambut tahun baru 2005 yang dibuka Menteri Pariwisata, Minggu sore kemarin. Namun, di sela-sela pembukaan terlihat cuaca mendung. Pasalnya, karena hujan lebat sejak pagi yang mengguyur wilayah Barat Kabupaten Agam, termasuk sekitar kawasan acara tersebut. Akibatnya, menyurutkan minat masyarakat untuk menghadiri prosesi pembukaan yang disarikan dengan berbagai penampilan seni tradisi masyarakat tersebut.

Namun, program yang murni dukungan pihak ketiga dan sponsorship (minus anggaran APBD 2004) itu, terlihat dipoles maksimal, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung termasuk hiburan anak-anak, apalagi momen acara menyambut tahun baru persis saat liburan sekolah usai ujian.

Sekretaris Panitia Festival Danau Maninjau dan old and new Kabupaten Agam Ir. Edwardi menyebutkan, berbagai persiapan pembukaan yang dilaksanakan Minggu sudah dilakukah secara maksimal. Acara itu menggelar beragam acara pendukung sudah dipersiapkan secara maksimal, termasuk pesta kembang api menjelang tutup tahun 2004 yang didatangkan khusus dari Jakarta.

Disebutkan Edwardi yang juga Kadinas Pariwisata Seni Dan Budaya Kabupaten Agam itu,dukungan masyarakat dan berbagai organsiasi sosial masyarakat sangat membantu persiapan yang dilakukan. Pasalnya prosesi persiapan yang hanya dilakukan selama sebulan itu justeru membutuhkan kerjasama yang solid. Edwardi mengaku optimis, rangkaian acara mampu memberi warna bagi berbagai acara yang digelar panitia sampai tanggal 1 Januari 2005 mendatang. Pasalnya seluruh perangkat pendukung, baik beragam sarana hiburan, perahu naga, paralayang termasuk perangkat untuk pesta kembang api sudah dipersiapkan secara khusus.

Bernuansa Agama

Di sisi lain, Bupati Agam Aristo Munandar menyebutkan, walau Festival Danau Maninjau sebagai rangkaian menyambut tahun baru 2005, namun sejak awal pihaknya sudah mengariskan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tetap berlandaskan ke-Islam-an.

Ditegaskan Aristo Munandar,setiap rangkaian hiburan yang dilaksanakan termasuk band pendukung akan menyuguhkan seni tradisi Minangkabau dan hiburan nasyid, sasarannya untuk menanamkan pada masyarakat bahwa menyambut pergantian tahun tidak identik dengan pesta dan hiburan. "Dari suasana itu kita tetap menanamkan nilai - nilai agama dan adat, itu sesuai dengan garisan visi misi Agam mandiri berprestasi yang madani," tegas Aristo Munandar serius.
( Sumber SKH Padang Ekspres )



Share This Post: