Penerimaan CPNS Tahun 2004 Miliki Standar Nasional

Dalam rangka menunjang dan mensukseskan pelaksanaan penerimaan CPNS Tahun 2004 yang penseleksiannya akan dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia pada Tanggal 6 November 2004 mendatang, Bupati Agam, Aristo Munandar, yang diwakili oleh Sekdakab Agam, Drs. H. Muchsis Malik, menghimbau dan memberikan arahan kepada pegawai di jajaran Pemda Agam tentang tata pelaksanaan dan sistim yang dipakai pada penerimaan CPNS Tahun 2004, pada apel pagi, Selasa (12/10) di Halaman Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung.

Untuk Kabupaten Agam, formasi penerimaan CPNS Tahun 2004 meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 130 orang, sekarang menjadi 301 orang. Peningkatan ini terjadi karena memang kebutuhan akan tenaga Pegawai Negeri Sipil dibutuhkan lebih banyak lagi, berhubung banyaknya formasi yang kosong dan banyaknya pegawai yang telah pensiun.

Formasi penerimaan CPNS tahun 2004 yang ditawarkan Pemda Kabupaten Agam kali ini terdiri dari Tenaga guru atau pendidik untuk semua jenjang pendidikan sebanyak 180 orang, Tenaga medis dan kesehatan sebanyak 61 orang dan tenaga teknis lainnya sebanyak 60 orang. Masyarakat harus senang dan bangga, disamping itu juga dibuka formasi untuk penerimaan guru bantu dalam kapasitas yang sangat besar yakni 287 orang.

Pada kesempatan itu, Bupati Agam yang diwakili Sekdakab Agam, Drs. H. Muchsis Malik mengungkapkan, “ Proses Penerimaan CPNS Tahun 2004 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sekarang penerimaan CPNS memiliki “Standar Nilai Nasional”. Maksudnya jika Peserta seleksi CPNS suatu daerah, banyak yang memenuhi standar yang melebihi kebutuhan daerah tersebut, maka kelebihan itu dapat mengisi formasi di daerah lain yang kekurangan peserta seleksi yang memenuhi standar nilai, ”ungkapnya tegas.

Standar Nilai Nasional? Tentu membuat banyak kalangan menjadi senang dan sedih. Kenapa? Pasalnya sistim ini membentuk persaingan yang ketat dan sehat, tanpa ada permainan lain dibelakangnya. Hanya diri sendirilah yang bisa “membantu” untuk mengikuti persaingan itu. Disini lebih ditumpukan kepada Kemampuan dan potensi diri peserta seleksi CPNS dalam mengarungi ajang kompetensi yang wajar dan sehat.

Memang sudah sepantasnya Negara ini memberikan hak kepada warga negara yang memiliki potensi dan kemampuan diri untuk dapat ikut serta dan mengamalkan ilmu serta pengetahuannya buat pembangunan daaerah dan negara ini. (Revi)