Dipinggir Danau Maninjau

kudengar bisikan angin mendayu
antarkan aroma bangkai dan isyak tangis
air matamu kering sudah
mengiringi tangis parau ibu muda
bayinya merengek menggapaikan tangan
“tenanglah, nak, masih ada asa untuk kita
mobil pakai serine tadi membawa harap,”
katamu membelai hati

kusadari kau belai hatimu dengan doa
doa untuk mereka yang kini lelah
berpacu dengan asa
bayanganmu bagaikan malaikat putih
datang membawa seteguk air surgawi
bagi bayi yang kelaparan

kini kudengar lagi hembusan angin berbisik
masih ada lara tersisa di pinggir
danau meninjau.***



Share This Post: