Nagari Tiku V Jorong Dijadikan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar), ungkapkan bahwa Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, cocok dijadikan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).
Kasi Wilayah I BKSDA Sumbar Khairi Ramadhan, Senin (21/1)  mengatakan, nagari tersebut pas untuk dijadikan KEE, karena adanya habitat buaya muara di kawasan itu.
“Jenis buaya muara merupakan habitat yang dilindungi, dan untuk tidak kita ganggu karena dapat membahayakan, ” ujarnya.
Ia berharap, Pemkab Agam membuat mawasan itu sebagai KEE, karena banyak keuntungan dari KEE. Salah satunya dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Agam.
Dijelaskan, KEE merupakan wilayah yang berada diluar kawasan hutan namun memiliki nilai konservasi dan keragaman hayati (kehati) yang tinggi diluar kawasan konservasi.
KEE sangat berperan penting dalam mendukung perlindungan kehati, diantaranya, ekosistem, spesies, dan keanekaragaman genetik.
Lebih lanjut ia mengatakan, KEE dapat melindungi terancamnya spesies dimana luar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam yang mempunyai keunikan baik spesies flora maupun fauna.
“Secara ekologis dan sosial ekonomi budaya penting bagi tujuan konservasi kehati,” ulasnya.


Share This Post: