Daftar Karya Tulis | Fiksi

Penantian Layla

Kau  adalah alasan ku untuk  tersenyum , kau adalah alasan dibalik senandung – senandung kecil di hatiku , kata – katamu , tatapan mu , kau memang membuktikan peribahasa itu , bahwa mata akan
Selengkapnya


AGUSTA

“Agusta..... Agusta.......bangun  Agusta,,,,”aku setengah berteriak sambil menggoyang goyangkan badan lelaki yang tengah terbaring di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Kota,semua mata tertuju
Selengkapnya


BREKELE

Pantulan cermin memang tidak bisa berdusta,,, semua ku lihat persis,  nyaris tanpa beda,,,mata kucingku yang indah, bibir yang cantik, hanya saja rambut kriwil  kebanggaanku sudah berganti dengan
Selengkapnya


DAN .. BULAN PUN BERLALU

Bulan masih saja tersenyum memandang gulitanya malam, dedaun berkilauan seperti kelap kelip lampu kota, nun jauh disana berkilo kilo meter jarak yang memisahkan raga ini
Selengkapnya


Ayah Bikin Panik

Kring...kring.. terdengar suara sepeda loper Koran pagi ini, Ayah paling suka baca Koran sambil minum kopi di taman belang rumah. Bibi sudah hafal banget jamnya Ayah tiap pagi, dan tidak lupa susu
Selengkapnya


Kakek Samsul Atau Papa

Aku memang sudah cukup lama tinggal dikawasan ini, tetapi baru pagi ini aku temui sosok itu. Seorang laki-laki yang sudap cukup tua, dan di tangan kanannya tengah memegang satu payung berwarna hitam
Selengkapnya


TAK AKAN KEMANA KU CARI

Aku masa itu masih sangat remaja, terlalu muda untuk mengenal yang namanya cinta. Aku adalah anak yang dilahirkan dalam keluarga yang sederhana. Tak pernahku ingkari keadaan keluarga ini, namaku
Selengkapnya


INDAHNYA RASA SABAR BAGIKU

Disaat aku membuka mata dan mencoba mendengarkan, aku menemukan sesuatu yang yang lebih baik dibandingkan saat aku hanya melewatinya.  Meski saat ini aku sudah bukan anak sekolahan lagi, tapi aku
Selengkapnya


PERSAHABATAN

Nikmatnya hidup ini apabila semua kinginan kita bisa dapat terpenuhi,apalagi  mempunyai tubuh sempurna,sampai barang apapun dapat dibelinya,itulah Ayu,anak satu-satunya dari seorang konglomerat yang
Selengkapnya


Balasan Setimpal

Sejak kejadian lima tahun yang lalu, aku mengalami sedikit depresi disebabkan kejadian sadis yang terjadi didepan mata kepalaku. Seorang pria paruh baya dengan pisau pemotong daging di tangannya
Selengkapnya