Kamis, 19 Oktober 2017 / 28 Muharram 1439 H
Pariwisata Detil Cagar Budaya
LUBANG JEPANG (BUNKER) TALANG

Lokasi : Kecamatan Banuhampu

Jorong Jambu Air Nagari Taluak Ampek Suku

Bangunan ini terletak di tengah-tengah pemukiman dekat SDN No. 39 Taluak sekitar 25 m dari Jalan Raya Bukittinggi-Jambu Air. Merupakan Benteng Jepang sebanyak 3 buah, dua diantaranya berbentuk sama, sedangkan satu lainnya berukuran lebih kecil dan relatif sederhana bentuknya. Benteng I berada di belakang Kantor Jorong Taluak, Benteng II berada di samping Kantor, dan Benteng III berada di halaman SDN. No. 39 Taluak. Letak ketiga benteng ini membentuk daerah segi tiga dengan jarak sekitar 25 m. Bangunan benteng ini bentuknya menyerupai tangki pertamina, membentuk setengah lingkaran sampai ke bagian bawah dengan panjang 7 m yang dipadu dengan bangunan berbentuk empat persegi dan datar pada bagian atasnya yang berfungsi sebagai pintu masuk.

Bangunan persegi empat yang menghadap ke arah timur berukuran tinggi 3,5 m. Bangunan II berukuran tinggi 3 m dan panjang keseluruhan 1 m dan lebar 7,5 m. Pintu masuk di sisi timur berukuran lebar 1,2 m dan tinggi 2, 15 m. Bentuk pintu masuk berupa lorong persegi dengan langit-langit semakin kedalam semakin mengecil dan berakhir pada sebuah bilik berukuran 2,1 x 1,2 m yang lantainya lebih rendah dibandingkan lantai lorong pintu masuk. Lantai bilik sekarang sudah ditutup dengan kayu sehingga tidak dapat diketahui ukuran dalamnya. Antara bilik dan lorong pintu masuk dihubungkan dengan anak tangga, terus ke bilik dan ke arah kiri terdapat sebuah pintu masuk ke arah ruang dalam ( bagian bangunan berbentuk tangki ) ruangan dalam bangunan berbentuk tangki ini berjumlah dua buah yang antara keduanya dihubungkan dengan pintu.

 

Menurut informasi yang diperolah dari penduduk setempat,  dulu bangunan ini persis di tepi laut, oleh karena garis pantai bergeser ke utara maka sekarang keberadaannya pada jarak 200 m  pada garis pantai sekarang.

Benteng Jepang ini berada di halaman MTsN,  berupa bangunan dari beton berbentuk kura –kura jika dilihat dari atas. Ukurannya tinggi 1 m dan ukuran bagian terpanjang 6,8 m dan bagian terlebar 5,4 m. Pintu masuk dari arah utara, berukuran tinggi 80 cm, lebar 90 cm dan ketebalan dinding 1 m. Pada bagian dalam berupa ruangan kosong yang dipisahkan oleh dinding tengah sehingga membentuk jalan memutar pada bagian dalam. Dinding tengah tersebut tepat berhadapan dengan pintu masuk ruangan dalam dilengkapi ventilasi berupa lubang kecil pada bagian bawah sebanyak tiga buah, masing-masing pada sisi timur, barat dan selatan.

Kondisi bangunan masih relatif baik, hanya keadaan lingkungan dalamnya sangat kotor, berair dan penuh sampah. Bangunan ini pada saat tertentu dijadikan panggung untuk pertunjukan kesenian yang diadakan oleh siswa-siswi MTsN Tiku. Sekitar 50 m dari benteng Jepang ini, tepatnya pada sisi kanan sebelum jalan simpang tiga  MTsN Tiku, bangunan kedua ini berupa beton berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi sekitar 1 m,  tebal dinding 50 cm dan jarak antara dua ujung  sekitar 4,25 m.

Bangunan ini dilengkapi dengan tiga buah lubang berjarak 30 cm dari atas. Lubang tersebut pada bagian depan besar dan semakin mengecil pada bagian dalamnya dengan lebar lubang 45 x 25 cm. Situasi bangunan banyak ditumbuhi semak belukar, sebagian bangunan terpendam dan pada sisi dalamnya (bagian tengah lengkungan) tergenang air. Kondisi bangunan  ini tidak terawat lagi oleh masyarakat sekitar, bahkan masyarakat sekitar juga tidak tahu pasti fungsi dan pemakaian dari bangunan tersebut pada masa lampau.

 

Share di situs jejaring sosial :