Senin, 16 Januari 2017 / 17 Rabiul Akhir 1438 H
Karya Tulis Fiksi

Mencari Jawaban

03/10/2004 • R.Yulia

Oleh: R.Yulia Aldi terpana menatap tubuh langsing yang berdiri sepuluh meter di depannya. Ia bagaikan seorang dewi diantara lima pria yang mengelilinginya. Wajah itu! Ia masih terlihat sama dengan saat ia mengenalnya lima tahun silam. Begitu lembut dan anggun. Tawanya terlihat santun dan diatur. Sesuatu yang dulu sangat dipuja Aldi darinya. “Kau mengenalnya, Di?” Tepukan Oscar me ...

Bintang-bintang Di Langit

09/09/2004 • R. Yulia

Oleh : R. Yulia “Bener nih, kamu nggak nyesel?” Vivi menganggukkan kepalanya. Sepasang mata indahnya berkilau karena genangan air yang masih tersisa dari tangis panjangnya sejam yang lalu. “Mama nggak keberatan kan kalau Vivi di rumah lagi?” Vivi menyeka air yang menitik di sudut matanya. Perempuan lima puluhan yang jadi lawan bicara Vivi, tersenyum lembut. Ia menghampiri gadis bu ...

Di Sini Masih Ada Kasih Sayang

29/12/2004 • Miazuddin St. Marajo

Oleh : Miazuddin St. Marajo ALAM ciptaan Allah ini memang luar biasa indahnya. Sebuah karunia Ilahi, di mana kami bertemu setahun yag lalu. Kala itu aku sedang lbur. Pantai nanindah itu memang menjadi tujuan liburanku setiap tahun, khususnya tahun baru. Seperti biasa, aku lebih senang menghabiskan masa liburan sendirian. Menikmati indahnya kemilau gelombang laut nan bergelora, ...

NABILA

02/09/2004 • R.Yulia (Fanny)

Oleh : Fanny Ririn bergegas memacu langkahnya. Peluh bercucuran di dahi dan pipi mulusnya. Toh, gadis manis itu tak memperdulikannya sama sekali. Yang ada di benaknya saat ini adalah secepatnya sampai di rumah dan merebahkan diri di ranjang. IA membayangkan kamarnya yang nyaman dan telah dirapikan tadi pagi, akan menghilangkan seluruh keletihan yang dirasakan. Bagaimana tidak, sat ...

CERMIN KUTUKAN

14/07/2004 • R. Yulia

Oleh : R.Yulia Chintya menatap cermin di depannya dengan puas. Akhirnya ia temukan juga posisi yang bagus untuk meletakkan cermin antik itu. Tepat di depan meja belajarnya. Dengan begitu, setiap jenuh dengan tumpukan pe er, ia dapat rileks dan memandangi wajahnya di cermin. Atau bisa juga sambil mengkhayalkan wajah kiyut Al, sang bintang di sekolahnya. Sebenarnya, cermin yang dib ...