Minggu, 30 April 2017 / 3 Sya'ban 1438 H
Karya Tulis Fiksi

KU NANTI KAU DI DERMAGA

Senin, 10/04/2017  08:57 WIB • Depi Marlina

Hari ini cuaca di langit cukup cerah, awannya juga tampak begitu indah dengan gumpalan yang sedikit berwarna kebiru-biruan, ku pandangi langit sambil menikmati udara sejuk pagi hari. Rasanya begitu indah alam yang telahtuhan ciptakan, bentang alam yang luas serta gunung-gunung yang menjulang tinggi berdiri dengan kokohnya.Sampai diriku sendiri terkagum-kagum melihat dunia yang begitu indah ini.

CERITA PENDEK SEORANG PENJAGA MALAM

Senin, 13/02/2017  08:55 WIB • Rie Hamzah

Pekerjaan sampingan untuk yang kesekian kalinya ia terima, demi memenuhi segenap kebutuhan keluarganya. Meski dengan itu ia harus mengakrabi sayatan dingin angin malam dan berjibaku dengan kantuk hingga pagi menjelang...

WARISAN

Senin, 10/04/2017  08:29 WIB • Rie Hamzah

Ketiga saudara itu tengah bersantai di sebuah restoran di pinggiran kota. Sugandi, laki-laki setengah baya dengan rambut tersepuh uban putih keperakan, berperawakan besar, dan berperut buncit. Sebatang cerutu yang mengepulkan asap putih selalu bertengger di jepitan dua jarinya. Ia adalah saudara paling tua di antara mereka bertiga

TAMAN SYURGAWI

Senin, 06/03/2017  16:45 WIB • Rie Hamzah

Seteguk air di gelas kristal yang tersaji di meja kerjanya perlahan mengaliri tenggorokannya yang kering, seraya berharap perasaan kalut yang berkecamuk pun mereda. Masalah-masalah pelik senantiasa menjadi penganan keseharian di perusahaan yang dipimpinnya. Tiada hari tanpa masalah. Bahkan bawahannya yang notabene orang-orang kompeten, lulusan cumlaude dari berbagai universitas ternama, tak pernah becus menangani masalah perusahaan dengan baik dan benar, sesuai harapannya.

BAKTI UNTUK AYAH

Senin, 06/03/2017  16:31 WIB • Endang Sriwahyuni

Disaat semuanya masi terlelap, sebagian dari mereka tidak begitu karena untuk menghidupi keluarganya waktu istirahat bagi kita adalah untuk mencari nafkah bagi sebagian dari mereka. Tidak banyak yang tau akan semua aktifitasnya, namun kita perlu membuka mata hati bagaimana kita seharusnya mensyukuri nikmat yag kita miliki selama ini. Bagi mereka menjelang terbitnya fajar adalah waktu untuk memulai pekerjaannya, tidak peduli dinginnya hari, suasana yang masih gelap dan aroma yang tidak sedap itu sudah biasa. Mereka bukannya tidak peduli dengan semua ketidaknyamaanan itu, namun dengan tetap bekerja begitu mereka tetap dapat memenuhi biaya hidup.