Kamis, 22 Februari 2018 / 6 Jumadil Akhir 1439 H
Karya Tulis Detil

 FIKSI

Oleh :  ahmad wahyu

Kamis, 23/11/2017  09:05 WIB

PERSAHABATAN

Persahabatan bukanlah sebuah kata-kata  yang dapat di tulis di atas sebuah kertas dan tidak memiliki makna tetapi persahabatan itu memiliki sebuah ikatan suci yang terdiri dari dua pasang hati yang sudah saling terikat,menjalin sebuah persahabatan tidaklah mudah,menjalin persahabatan itu haruslah dilakukan dengan niat dan tulus dari hati untuk saling melengkapi satu sama lain. Di dalam sebuah persahabatan banyak macan hal yang akan di lalui baik itu susah ataupun senang,namun semua itu harus di lalui bersama bisa dengan tangisan air mata atau bahkan bisa dengan taruhan nyawa. Di dalam sebuah persahabatan pasti aka nada yang namanya pertengkaran antar sahabat namun ikatan sucilah yang akan kembali menyatukan kedua pasang sahabat itu. Dan seperti itulah kisah dari persahabatan Sarah dan Nisa,suatu ketika di sore hari “Sarah ayo kesini sebentar,aku ada sesuatu buat kamu..?”

“iya tunggu sebentaar,sabar sedikit laah kamu kan tau kalau penglihatan aku kuraang..”

“iya ma.af laah,aku lupaa..”

“iya nggak ap-apa,emangnya ada apa..?”

“inii,aku mau kasih kamu sandal..”

“sandal,hmm,coba pasangin ke aku doong..”

“okee,gimana rasanya,nyaman nggak..??”

“hmm,iya niih,aku suka sama sandal ini,makasih ya Nisa..”

“iya Sarah,sama-sama,kita kan sahabaat..”

“iya,suatu saat aku bakalan kasih kamu sesuatu juga..”

“apa tuuh,kasih tau sekarang doong..?”

“yaa,itu nantii,tunggu waktunya tiba doong..”

“iya-iyaa,aku sabar aja nunggu..”

“oh iya,sandalnya aku simpan aja yaah..?”

“yaah,kok di simpaan..?”

“iya soalnya aku takut ntar sandalnya putuus,ini kan pemberian dari sahabat akuu..”

“pakai aja sarah,nanti kalau putus aku beliin lagii..”

“iya lah,aku pakai ajaa..”

“gitu doong,kan cantik kalau kamu memakainya”

Sarah Aulia adalah nama gadis yang memiliki kekurangan penglihatan tersebut,walaupun Sarah lahir dengan keterbatasan fisik,Sarah tidak pernah mengeluh merasa iri dengan orang lain yang lebih sempurna dari dirinya,dan semangat juangnya untuk terus menjalani hidup tidak pernah padam,lahir dengan mata yang tidak dapat melihat tidak membuatnya berkecil hati,secara fisik matanya memanglah tidak seperti orang yang lain,matanya tidak mampu melihat indah dan warna-warni dunia tetapi mata hatinya bisa melihat jauh kedalam kehidupan seseorang. Sarah juga memiliki hobi,walaupun buta sarah memiliki hobi yang sangat hebat,sejak kecil dia sangat hobi melukis,walaupun memiliki keterbatasan Sarah tidak menyerah,semenjak kecil dia selalu mengasah bakatnya untuk melukis,tidak pernah sedikitpun tersirat di dalam hatinya untuk menyerah. Saat ini sarah duduk di bangku kelas sepuluh di sebuah sekolah luar biasa di kotanya,di sekolahnya sarah dikenal sebagai seorang siswi yang sangat hebat,semangatnya untuk terus belajar walaupun dengan keterbatasan telah membuat semua siswa bahkan guru-guru pun termotivasi,di sekolah dia tidak pernah absen,dia selalu hadir dan datang cepat,dan karena itu dia menjadi juara di tingkatnya. Sejak berumur empat tahun Sarah sudah bersahabat dengan Nisa,Nisa adalah tetangga dari Sarah,Nisa merupakan seorang anak pengusaha,ayah Nisa adalah seorang pengusaha yang sukses dikotanya,Nisa berbeda dengan Sarah,Nisa adalah seorang gadis yang memiliki paras yang sangat cantik,bukan hanya memiliki paras yang sangat cantik namun Nisa juga memiliki kepintaran yang sangat tinggi. Namun walaupun dia pintar dan juga cantik dia tidak memili-milih teman,dia tetap mau berteman dengan Sarah yang memiliki serba kekurangan. Di suatu sore Nisa sedang berbincang-bincang kepada Sarah,sambil menemani Sarah yang sedang melukis “Sarah..?”

“iya Nisa ada apa..?”

“lukisan yang kamu buat bagus deeh..”

“ah kamu suka ngarang deeh..”

“enggak kook,aku nggak ngarang,aku serius..”

“hmm,serius niih..?”

“iyaa,masak sama sahabat sendiri aku bohoong..”

“iya makasih atas pujian nya,seandainya saja aku bisa melihat hasil lukisan aku..”

“hmm,sabar aja dulu Saraah..”

“aku sediih kalau keingat aku nggak bisa ngelihat..”

“jangan sediih,kita kan bisa ketawa sama-sama setiap hari..”

“makasih ya Nisaa.”

“makasih buat apa sih saraah,kamu ngaco deeh..?”

“iyaa,makasih karena selama ini kamu sudah mau menjadi sahabat aku.”

“kalau itu nggak usah di pikirin deeh”

Pada saat itu Sarah berbicara,seandainya saja dia bisa melihat,pasti dia akan puas dengah hasil lukisannya,dan dia juga akan melakukan pameran atas lukisan nya,dan dengan lembut Nisa berkata kepada Sarah,suatu hari nanti tuhan pasti akan memberi anugerahnya kepada kamu Sarah,suatu saat nanti pasti ada yang akan mendonorkan kornea mata nya kepada untuk anak sebaik kamu. Walaupun memiliki fisik yang sangat jauh berbeda namun semua itu tidak menjadi kendala mereka berdua untuk bersahabat,mereka selalu pergi bersama dan bermain bersama,bahkan karena kedekatannya Nisa selalu mengantarkan Sarah untuk pergi ke sekolahnya dan menemaninya di sekolah. Suatu ketika pada saat sedang asik-asiknya bercerita dua orang kawan akrab ini bersenda gurau tiba-tiba saja Nisa mengeluh kesakitan “aduuh,kepalakuu..”

“kamu kenapa Nisaa..?”

“nggak tau niih,kepala aku sedikit terasa sakit..”

“lebih baik sekarang kita pulang aja ya Nisaa,aku takut kamu kenapa-kenapa..”

‘tidak apa Saraah,aku baik-baik aja kook..”

“tidak Nisa,kita pulang saja.”

“baiklah,oh iya kamu nggak apa pulang sama guru kamu niih..”

“oh iyaa,aku izin dulu ya.”

‘iya,aku tunggu di sini saja yaa..”

“iya,aku nggak lama kook..”

“iya Sarah.”

Lalu kedua sahabat itu pun pulang dan mereka pun samapi di rumahnya nisa,setibanya di rumah tiba-tiba Nisa terjatuh lalu pingsan dan dia pun di bawa oleh orang tuanya ke rumah sakit,lalu Nisa pun sudah sadar,lalu Nisa memanggil Sarah untuk masuk ke dalam ruangan tempat dia dirawat “Saraah..?”

“iya Nisa,ada apa..?”

“aku mau ngomong sesuatu sama kamu..”

“apa ituu,bilang ajaa..?”

“selama ini aku sudah divonis dokter mengidap kanker otak,dan mungkin hari ini umurku sudah sampai di akhir hari sesuai yang di katakana oleh dokter.”

“apaa,Nisaa,sekarang kamu harus kuat dan yakin kalau umur kamu masih panjaang..”

“tidak Sarah,aku sudah tidak tahan lagii,jika nanti aku sudah tidak ada,kamu boleh ambil kornea mata aku ini..”

“tidak Nisaa,jangan ngomong seperti ituu,kamu harus kuaat..”

“terima kasih Sarah,kamu adalah sahabat terbaik ku.”

Dan ternyata selama ini Nisa sudah menyimpan rahasia terhadap Sarah,ternyata dia sudah lama di vonis kanker otak,dan pada hari itu Nisa pun meninggal dunia dan sesuai dengan perkataanya,Sarah pun menerima donoran kornea mata dari Nisa. Dan akhirnya Sarah pun bisa mewujudkan mimpinya untuk mempamerkan lukisan nya kepada orang banyak,namun walaupun sekarang Sarah sudah bisa melihat,terkadang Sarah suka bersedih jika teringat akan sahabat terbaiknya yaitu Nisa.

* isi merupakan tanggung jawab pengirim karya tulis ...

Share di situs jejaring sosial :