17 Desember 2017

-

Menghadiri Tablig Akbar dan Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1439 H dengan Pembicara Buya Drs. H. Abubakar Syarif. M, Hi (Pensiunan Hakim Tinggi Agam Jakarta)

-

Malewakan Gala Sako Pasukuan Koto Payuang Panji Dt. Sati, Nagari Balingka Kecamatan IV Koto

» jadwal kegiatan lainnya

Minggu, 17 Desember 2017 / 28 Rabiul Awwal 1439 H
Karya Tulis Detil

 ARTIKEL

Oleh :  Ibrahim Azwar

Sabtu, 09/08/2017  19:26 WIB

BELAJARLAH DARI…

Alam Takambang Jadi Guru.

Sebuah pepatah yang sangat bermakna, sebuah pepatah yang mengatakan bahwa belajar bisa dimana saja, sebuah pepatah yang mengisyaratkan bahwa belajar tidak mempunyai tempat khusus. Tergantung bagaimana kita memandang terhadap sesuatu. Kita bisa belajar dari tanaman, kita bisa belajar hewan kita bisa belajar dari apapun. Bahkan dari hal kecil yang terlihat tidak ada artinya.

Seperti, kita bisa belajar tentang kerjasama dari semut.

Kita tau bagaimana kuatnya semut. Seekor semut bisa bisa mengangkat sebuah benda dengan mudah yang berat bendanya sama dengan berat tubuhnya. Sekelompok semut bisa membawa beban yang sangat besar apabila dibandingkan dengan tubuhnya.

 

Kita bisa belajar dari kucing.

Kucing adalah hewan yang memiliki rasa malu. Kenapa begitu? Karena kucing jika ketahuan mencuri pasti lari, tidak ada seekor kucing pun yang ketahuan mencuri dia tenang-tenang saja seperti tidak ada terjadi sesuatu apapun. Berbeda dengan beberapa manusia saat ini, sudahla ketahuan mencuri tapi merasa tidak terjadi apapun, masih berani menunjukan muka ke orang banyak.

 

Kita bisa belajar dari ikan

Ikan di sungai akan selalu berenang melawan arus air sungai. Ikan lele walaupun hidup di air kotor namun dirinya tidak pernah ikut kotor. Ikan laut walaupun dia hidup di air asin, namun dirinya tidak pernah menjadi asin. Dari ikan kita belajar untuk tidak terpengaruh dengan lingkungan. Dari ikan kita belajar bahwa dalam hidup akan selalu ada rintangan.

 

Kita bisa belajar dari ayam.

Ayam setelah dia bertelur, dia akan berkotek sekeliling kampung sampai semua tau dia sudah bertelur. Berbeda dengan itik. Itik setelah bertelur dia hanya tenang-tenang saja. Tidak ada yang tau bahwa dia telah bertelur. Dari sini kita belajar tentang promosi. Telur ayam lebih banyak dijual dari pada telur itik.

 

Kita bisa belajar dari Berang-berang.

Berang-berang adalah insinyur bangunan air yang sangat handal. Kita bisa lihat keahlian Berang-berang dalam membuat bendungan namun apa yang menarik dari proses pembangunan yang dilakukan oleh berang-berang? Tidak ada pemimpin atau penanggung jawab utama pada pekerjaan tersebut.

Berang-berang bertanggungjawab pada tugas dan kewajibannya masing-masing untuk kepentingan bersama, oleh sebab itu sekumpulan berang-berang  tersebut pastilah tau apa yang menjadi tanggung jawabnya sendiri. Dan setiap berang-berang bebas melakukan metode apa aja yang paling mereka sukai.

Dari berang-berang kita belajar bahwa tidak ada ‘kayu-kayu baik’ yang harus disembunyikan hanya untuk menunjukkan kualitas kerja kita/bidang kita adalah yang terbaik. Justru ‘kayu-kayu baik’ itu harus dibagikan dengan rekan-rekan/anggota bidang pelayanan yang lain untuk kepentingan bersama.

 

Kita bisa belajar dari burung albatross.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Animal Behaviour Journal menyebutkan bahwa burung albatross sering melakukan perjalanan ke tempat yang cukup jauh. Namun sejauh apa pun perjalanan yang dilakukan, albatross akan tetap kembali ke pasangannya ketika sudah tiba waktunya untuk meneruskan keturunan. Hubungan yang dilakukan oleh seekor burung albatross dengan pasangannya ini terjadi seumur hidup. Dari burung ini kita dapat belajar mengenai bagaimana melakukan hubungan jarak jauh yang benar

 

Kita bisa belajar dari bambu,

Saat angin kencang dan pohon besar tumbang karenanya, saat itu bambu tidak ikut tumbang padahal bambu tidaklah kuat seperti pohon.

Kenapa seperti itu??

Bambu pada awal pertumbuhannya fokus untuk memperkuat akarnya, akar-akarnya tersebut tersebut akan pondasi yang kuat walaupun nantinya bambu akan tumbuh sangat tinggi. Sehingga pada saat bambu tersebut tinggi tidak mudah goyah. Jadi walaupun batang bambu tersebut berayun-ayun karena angina, namun selama akarnya kuat, tidak akan menjadi masalah.

 

Itulah beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran dari hewan dan tumbuhan, masih banyak lagi pelajaran yang bisa kita ambil dari alam. Bagaimana kepemimpinan dari sekolompok srigala, bagaimana lebah bisa menghasilkan madu dan lain sebagainya.

 

*dari berbagai sumber

* isi merupakan tanggung jawab pengirim karya tulis ...

Share di situs jejaring sosial :