Kamis, 17 April 2014 / 16 Jumadil Akhir 1435 H
Karya Tulis Detil

 ARTIKEL

Oleh :  fauzan H

19/11/2006

Meningkatkan minat investor

Meningkatkan minat investor dalam menanamkan modalnya di daerah.

Pengembangan potensi daerah merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional yang pada hakekatnya pembangunan itu oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Dalam upaya pengembangan dimaksud tidak semata dilaksanakan oleh satu pihak saja, tetapi harus ada suatu kerja sama yang terkoordinir dari semua pihak, baik seluruh instansi terkait, dunia usaha maupun masyarakat. Peran Pemerintah Daerah dalam pembangunan daerah menurut Blakely (1994: 60) adalah :
(a) Entrepreneur, yaitu pemerintah daerah bertanggung jawab untuk merangsang jalannya suatu usaha bisnis,
(b) Koordinator, yaitu pemerintah daerah sebagai koordinator dalam penetapan suatu kebijakan atau strategi-strategi bagi pembangunan daerah,
(c) Fasilitator, yaitu pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan melalui perbaikan lingkungan attitudional di daerahnya,
(d) Stimulator, yaitu pemerintah daerah dapat menstimulasi penciptaan dan pengembangan usaha melalui tindakan-tindakan khusus yang akan mempengaruhi investor baru agar masuk dan mempertahankan serta menumbuhkembangkan investor yang telah ada di daerahnya.

Salah satu peran pemerintah tersebut adalah stimulasi penciptaan dan pengembangan usaha yang akan mempengaruhi minat investor masuk dan mempertahankan investasinya di daerah. Sektor swasta yang dalam hal ini investor adalah sangat berperan dalam kegiatan perekonomian daerah terutama dalam menanamkan modalnya di daerah, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi.
Tujuan dan sasaran Pembangunan Daerah didasari oleh Visi dan Misi daerah. Hampir sebagian besar tujuan dan sasaran pemerintah daerah antara lain untuk menciptakan iklim berusaha yang kondusif agar berkembangnya pengusaha lokal dan masuknya investor dari luar daerah. Alasan pentingnya investasi di daerah pada masa sekarang ini dikarenakan investasi sebagai motor penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi, menciptakan Kesempatan Kerja dan meningkatnya daya saing.
Untuk menarik investor ke daerah pada saat ini bagi pemerintah daerah harus terlebih dahulu mengetahui keinginan-keinginan oleh calon investor. Secara umum keinginan dari investor terhadap situasi di daerah antara lain adalah:
1. Iklim Investasi Yang Kondusif
a. Kepastian Hukum/Berusaha
b. Stabilitas ekonomi, sosial,politik,dan Keamanan
c. Kemudahan Pelayanan, antara lain
- Perizinan
- Keimigrasian
- Kepabeanan
- Perpajakan
- Pertanahan
d. Insentif (fiskal & Nonfiskal) yang kompetitif
e. Infrastruktur yang memadai
f. Kondisi Ketenagakerjaan

2. Perlindungan Jaminan Investasi
a. Nasionalisme dan ekprosisasi termasuk konpensasi kerugian
b. Hak Transfer/repatriasi Modal dan Keuntungan
c. Hak Penyelesaian Sengketa

Permasalahan kurangnya minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah secara umum antara lain adalah:
- Masalah keamanan dan kepastian hukum.
- Masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan otda (32% dari 896 Perda yang diteliti KPPOD tahun 2003 dinilai mendistorsi iklim investasi dan sampai akhir Februari 2004, 200 Perda telah dibatalkan oleh Mendagri)
- Tarif pajak 30% lebih tinggi dibandingkan Negara-negara tetangga.
- Tidak adanya dukungan yang berupa insentif fiskal
- Retribusi Pajak yang terlalu banyak dan tumpang tindih.
- Tarif Bea Masuk tidak Harmonis.
- Peraturan Parpajakan yang membebani pengusaha.
- Berbagai Perda Mengakibatkan Ekonomi Biaya Tinggi.
- Kesenjangan Pertumbuhan dan Pelaku.
- Arus Keluar masuk barang memanfaatkan waktu & Biaya
- Infrastruktur yang buruk khususnya diluar jawa
- Masalah ketenagakerjaan yang berupa rendahnya kualitas buruh dan banyaknya aksi-aksi buruh yang anarkis.
- Hambatan teknis lainnya (mis: Lahan, permodalan, pemasaran, lingkungan, premanisme, dan pungli)

Di sisi lain permasalahan terkadang juga muncul dari kalangan investor itu sendiri seperti:
- Rendahnya kepatuhan atau kesadaran investor untuk memenuhi kewajibannya a.l. menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara berkala.
- Data realisasi dan informasi yang disampaikan tidak menggambarkan keadaan atau realisasi yang sebenarnya
- Kurangnya informasi mengenai masalah yang dihadapi perusahaan
- Seringnya terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan izin dan fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah kepada investor.

Dengan demikian diperlukan inovasi-inovasi terhadap strategi kebijakan penanaman modal yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah baik itu regulatif maupun administratif antara lain adalah:
- Membangaun posisi, citra yang menarik dan kuat bagi lingkungan.
- Memberikanjaminan kepastian hukum dan konsistensi kebijakan
- Percepatan pembangunan Infrastruktur yang lebih banyak memberikan peluang kepada sektor swasta sehingga berperannya akan lebih meningkat.
- Memberikan ruang dan perlindungan usaha nasional khususnya UKM.
- Mengupayakan adanya Kawasan Khusus untuk pengembangan investasi.
- Menghilangkan ekonomi biaya tinggi antara lain memberikan pelayanan administratif yang “low cost”.
- Memfasilitasi dan membantu solusi tarhadap beabagai masalah yang dihadapi investor.
- Menyiapkan insentif yang menarik bagi pelanggan dan calon pelanggan
- Memberikan produk dan jasa yang dihasilkan secara efisien.
- Promosikan sisi menarik dari daerah serta manfaatnya agar calon investor menyadari manfaat tersebut.
- Menyediakan pendidikan kejuruan yang akan menghasilkan tenaga kerja yang dibutuhkan investor.
- Melakukan privatisasi pelayanan publik.

Pemikiran ini sebahagian merangkum ide-ide yang muncul dari kegiatan diskusi Strategi Inovasi Kebijakan Dalam Meningkatkan Investasi di Daerah.
Pada Tanggal 30 Nopember 2006, di Aula Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur LAN Bandung.

* isi merupakan tanggung jawab pengirim karya tulis ...

Share di situs jejaring sosial :