Senin, 16 Januari 2017 / 17 Rabiul Akhir 1438 H
Karya Tulis Detil

 FIKSI

Oleh :  Endang Sriwahyuni

Senin, 21/11/2016  15:08 WIB

LISAN

Dengan lisan tak selamanya lebih baik, ada kala diam itu lebih indah. Ucapan dibibir bermaksud menyampaikan apa yang muncul dipikiran dan apa yang dirasa di hati, tetapi diam juga memiliki maknanya sendiri. Setelah lisan lelah berucap, diam akan muncul disela lelah itu. Sama halnya apa yang diucapkan oleh seseorang, itu adalah kebenaran yang diucap. Memang penting menjaga lisan, karena lisan juga yang mampu menjaga diri kita sendiri dan mencerminkan diri sendiri. Disaat kembali mengingat apa yang sudah aku lakukan dan apa yang sudah aku terima selama ini.
Jika dikulik, lima Tahun bukan waktu yang sebentar bagiku untuk mengenal seseorang, tetapi dalam nyatanya itu adalah waktu yang singkat. Apa yang kita lihat tidak selalu apa yang mereka, dan dia rasa. Jika manisnya ada, tak terkecuali rasa pahit itu, karena tak akan ada satu rasa dalam proses. Untuk tau rasa manis kita pernah memiliki rasa pahit agar tau bagaimana rasanya manis. Jovi benar-benar sesuatu untuk Melodi, entah bagaimana itu terjadi. Selama ini Melodi tidak pernah menggantungkan rasa tulusnya kebahagiaan terhadap seseorang, sejak Melodi mengenal Jovi sterjadi perubahan dengan caranya merasakan senyuman itu muncul, itu yang sahabat Melodi selalu ucapkan.

Seketika, saat melakukan berbagai kegiatan kampus bersama Jovi senyum Melodi selalu berbeda. Melodi selalu merasa nyaman bersama Jovi, selalu percaya, bisa memahami dan memaafkan apapun itu yang sudah dilakukan Jovi. Persehabatan  lima tahun begitu singkat rasanya untuk proses yang panjang. Senyum indah Melodi berubah seketika memudar, dia tidak terlihat seperti biasa tentu dengan adanya perubahan dengan Jovi. Jovi terlihat berbeda yang dirasakan oleh Melodi, dia seperti ada batas yang menjadi canggung. Awalnya Melodi mengibas semuanya yang mucul dalam benaknya, dan tetap menutupinya. Namun tetap tak bisa, apa yang selama ini Melodi coba halau dari benaknya, itu benar adanya. Meskipun awalnya Melodi tidak yakin dengan hal yang iingin ditanyakan kepada Jovi, tapi Jovi menjawab pelan untuk semua pertanyaan itu.

Sebelum semuanya terjadi, Melodi sempat dihampiri cemburu karena Jovi yang suka lirik sana-sini dengan candaan isengnya tapi tetap bisa Melodi pahami dan mengikutinya dengan candaan, dengan seperti itu Melodi bisa tetap bersama Jovi hingga saat itu. Meski sekitar sempat melirik dengan perubahan pada raut wajah Melodi yang sedikit menjadi layu dan berusaha menutupinya dengan senyum pura-pura yang ceria. Tetapi tidak apa, dengan harapan yang selalu muncul bahwa Jovi dan Melodi bukan sesuatu yang mudah dipisahkan karena kebersamaan selama ini adalah segalanya meski banyak candaan yang muncul diantara mereka. Dengan semua jawaban yang berikan Jovi, semua khayalan yang muncul belakanga bena-benar terjadi untuk Melodi. Jovi dengan seseorang yang belakangan baru ia dekati, dan sering jalan. Saat itu Melodi terdiam dan mencoba teang dan menerima semua penlasan, karena Jovi menutupinya selama ini bhanya beralsan untuk menjaga prasaan Melodi. Saat itu mereka berbincang di depan rumah Melodi, setelah menerima semua jawaban Melodi hanya diam, karena mereka baru jalan belakangan dan itu bukan apa-apa jika Jovi hanya sekedar ingin mengenalnya. Beberapa hari berselang, tiba-tiba Melodi kembali merasakan sesuatu yang sama dengan Jovi. Kebetulan hari itu Jovi dan Melodi memiki jadwal kuliah yang berbeda, malamnya Melodi mengirim pesan agar Jovi datang kerumah. Awalnya Melodi hanya memulainya dengan candaan, namun tetap saja belum bisa tenang hingga pertanyaan itu terjawab oleh Jovi. Melodi terdiam denga jawaban Jovi, dan menahan tetesan air  mata yang mulai menggunung dipelupuk mata. Tetap saja Melodi hanya gadis biasa yang bisa saja sedikit meluap dengan kondisi yang sangat bertolak belakang dengan yang selama ini ia lihat dan rasakan.

Selama ini Melodi sangat percaya bahwa Jovi akan tetap bersama Melodi dan mereka hanya teman. Jelas itu bukan jawaban yang diberikan Jovi denganreaksi yang diberikan Melodi. Semua kata-kata yang mucul dari bibir Melodi tidak semuanya dapat dia sampaikan, karena baginya ada sesuatu yang tetap ingin dia simpan untuk dirinya sendiri.  Saat itu Jovi menjelaskan bahwa diantara Melodi dan wanita itu dia tidak dapat memilih salah satunya. Dia menyayangi wanita itu dan tak ingin kehilangan Melodi, Jovi ingin agar Melodi dapat  memahami semuanya dan  memaafkan hal yang selama ini dia tutupi. Persahaban yang hampir tiga tahun terjadi seperti ada jarak, Melodi memutuskan untuk meninggalkan semuanya. Melupakan persahabatan yang selama ini indah harus berjalan sendiri-sendiri, tidak apa karena semuanya butuh waktu mencari solusi untuk menghadapi diri sendiri. Mereka yang selalu melihat Melodi dan Jovi bersama selalu bertanya, Melodi hanya tersenyum dan menjawab seolah mereka tidak terjadi apa-apa da tidak bersama karena kesibukan masing-masing yang cenderung berbeda belakangan.

Hingga semuanya setelah semester enam berakhir, memasuki semester tujuh Melodi mulai menerima semuanya. Melodi kembali terlihat bersama Jovi, namun semuanya tidak semulus itu, berbagai ucapan kasar banyak dikirim wanita itu melalui pesan singkat yang dikirim ke nomor handphone Melodi. Meski semuanya bertubi-tubi Melodi tidak pernah membalas kembali ucapan kasar itu. Melodi membicarakannya denga Jovi, Jovi meminta maaf kepada Melodi atas nama wanita itu, namun Melodi merasa tidak nyaman dengan semuanya. Setelah berlarut-larut, Melodi semakin tidak nyaman denagn semuanya hingga memutuskan agar kembali menjalani semuanya dengan diri masing-masing. Kembbali teringat oleh Melodi ucapan yang diutarakan oleh Jovi bahwa dia sudah memutuskan hubungan dengan wanita itu, dan berjanji tidak akan berhungan kembali dengan wanita itu. Setelah beberapa hari berselang lagi-lagi Jovi mengulangi hal yang sama tidak komit dengan apa yang sudah ucapkan. Dan semuanya itu dimulai dengan munculnya perasaan yang aneh Melodi seperti ada yang ditutupi Jovi, dan itu benar. Setelah enam bulan kembbali berlalu Jovi dan Melodi kembali bersama disaat Melodi sudah bisa menerima semuanya, sebagaimana seharusnya sahabat baginya waktu itu. Semakin sering Melodi bersama semakin ada batasan oleh wanita itu, dan Jovi lebih sering beralasan saat diajak. Semuanya usai, kepercayaan Melodi pada dirinya sendiri saat yakin bahwa dia dapat menerima persahabatan itu salah. Semakin sering Melodi bersama denga Jovi rasa itu semakin kuat kembali. Cukup lama Melodi berdiam diri dengan ketidaknyamana semua itu, hingga akhirnya Melodi menggambil sikap untuk menjelaskannya kepada Jovi. Berlarut-larut dengan situasi semua ini Melodi tidak bisa, hingga Melodi meminta Jovi untuk memutuskan Jovi agar dapat memilihnya antara wanita itu dengan Melodi. Terlihat perubahan raut diwajah Jovi, setelah diam cukup lama Jovi mengatakan kepada Melodi untuk menungu penjelasan Jovi tiga hari setelah hari itu.

Hingga tiga hari setelah itu, Jovi menjelakan kepada Melodi dia memutuskan untuk memilih Melodi dan telah menjelaskan kepada wanita itu dia tidak dapat menjelaskan hubungannya karena belakangan mereka sering bertengkar karena sikap wanita itu yang suka membatasi aktifitas Jovi. Setelah semuanya berlalu Melodi dan Jovi sangat berbeda, mereka terlihat sangat saling memahami satu-sama lain. Setelah lima bulan berlalu dengan kedekatan antara Jovi dan Melodi, dua bulan belakangan Melodi merasa aneh dengan adanya perubahan sikap pada Jovi. Namun semunya berusaha ditutupi oleh Melodi dan meyakinkan bahwa itu semua hanya kecemasannya saja, karena sejak awal kedekatannya kembali Jovi pernah berucap bahwa dia harap Melodi dapat melupakan semua yang sudah berlalu dan dia berjanji tidak akan ada apapun itu yang akan dia sembunyikan kepada Melodi. Namun seketika semuanya semakin janggal karena muncul dimedia sosial wanita itu foto yang menjelaskan momen penting dihari itu yang bertepatan dengan Jovi. Berkali-kali Melodi membahas hal tersebut Jovi menjelaska bahwa dia tidak ta apapun itu  terkait wanita itu, karena dia tidak pernah lagi  berkomunikasi. Melodi berusaha untuk kembali mempercayai Jovi, namun beberapa hari setelah itu dalam perjalanan pulang Handphone milik Jovi berdering dengan nomor yang tidak dikenal, saat itu Melodi merebutnya dari tangan Jovi dan melihat nomor itu sama dengan wanita yang pernah mengirim pesan dengan kalimat kawar dari wanita itu, lagi-lagi Jovi berbohong. Saat turun mobil Melodi hanya diam dan meninggalkan Jovi yang sempan menahan Melodi agar dapat mendengarkan penjelasannya. Sejak itu semua semakin banyak perasaan aneh muncul dalam benak Melodi, dan hanya banyak diam. Beberapa hari setelah itu Melodi juga mengetahui mereka pergi jalan keluar setelah foto yang di posting oleh wanita itu di media sosial miliknya. Lahi-lagi Jovi berbohong, dan Jovi hanya menjelaskan bahwa saat Melodi berkunjung ke kampung halaman semuanya terjadi. Jovi menjelaskan bahwa hanya sekedar teman lama yang berjumpa, dengan berbaggai penjelasan Melodi kembali memaafkan Jovi.

Tidak hanya berhenti disana, setelah kelulusan Melodi memutuskan untuk kembali ke kampug halaman untuk waktu yang entah sampai kapan, namun Jovi masi harus melali satu tahap sebelum kelulusan yang belum ia selesaikan. Setelah beberapa hari Jovi menghilang tak pernah menghubungi Melodi, hingga akhirnya Melodi memutuskan untuk menghubungi Jovi dan bercerita panjang lebar meski awalnya sedikit dingin. Keesokan harinya wanita it menghubungi Melodi dan mengirimkan bukti-bukti kebersamaannya yang telah ia tutupi  bersama Jovi sejak beberapa waktu lalu. Dan bia mengatakan bahwa semua ini hanya kebohongan yang ditutupi denga manis oleh Jovi dan itu foto sejak dua bulan lalu. Melodi hanya membaca semua pesan dan foro yang dikirim oleh wanita itu. Sejak saat itu juga Melodi merasa sangat hancur untuk perasaannya dengan persahabatan setelah lima tahun dan janji yang bermula dari Jovi, serta  waktu selama ini jika kebohongan mengapa harus ada karena yang Melodi ucap jika dia lebih memilih wanita itu tidak apa namun Melodi butuh waktu untuk diri sendiri namun Jovi yang tak ingin, nanun semuanya hanya kebohongan. Lisan yang terucap dari mulut Jovi seperti semua kebohongan yang ingin dia ucap. Hingga sejak saat semuah pesan itu terkirim Melodi tidak pernah berkomunikasi dengan Jovi lagi dan memutuskan untuk memberi ruang kepada diri masing-masing, cukup setelah kepercayaan itu menghancurkan nilainya. Melodi memetuskan untuk pergi melupakannya.

* isi merupakan tanggung jawab pengirim karya tulis ...

Share di situs jejaring sosial :