16 Desember 2017

-

Menghadiri Seminar “ Transformasi Tata Kelola Pemerintah Nagari Era Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014’ dalam Rangka Penigkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Nagari Serta Iplementasi Undang-Undang

-

Menghadiri acara Sejuta Cinta untuk Bunda dalam rangka menyongsong Hari Ibu dari Indojalito Jakarta

-

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok ke-47

-

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok ke-47

» jadwal kegiatan lainnya

Senin, 22 Januari 2018 / 5 Jumadil Awwal 1439 H
Berita Detil

Selasa, 12/12/2017  16:17 WIB

Wabup Minta Walinagari Jangan Takut Kelola Dana Desa

Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, Dt. Tumangguang Putiah, mengimbau kepada seluruh Walinagari untuk tidak takut mengelola dana desa/nagari.

"Kenapa mesti takut, jika bisa melaksanakan pengelolaan dana desa sesuai aturannya. Tapi, bukan berarti Walinagari itu terlalu "over" (berlebihan tanpa melihat aturan) terhadap penggunaan dana desa, sehingga akan berurusan dengan pihak berwajib,"tegas Wakil Bupati usai membuka kegiatan Pameran Bursa Inovasi Nagari Tingkat Kabupaten Agam Tahun 2017, Senin (11/12) di Auditorium IPDN Baso.

Wakil Bupati juga meminta, walinagari harus rajin bertanya kepada camat atau Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, apabila terdapat kekeliruan dalam menggunakan anggaran apalagi tahun ini Pemkab Agam mendapatkan kenaikan dana desa dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pasalnya, nagari sebagai ujung tombak pelaksanaan pembangunan daerah harus bisa menggali, mengembangkan dan memberdayakan potensi yang ada secara maksimal, agar perumbuhan ekonomi lokal dapat meningkat.

"Apabila semua nagari mengelola semua dana desa dengan baik, maka akan terjadi pemerataan setiap nagari. Sekali lagi, jangan takut untuk menggunakannya. Saya lihat tahun kemarin banyak walinagari tidak memanfaatkan dana desa, sehingga dananya silva," jelas wabup.

Terkait hal itu, Walinagari Tiku Selatan Adang Karman mengatakan dengan adanya pengawasan dari berbagai pihak termasuk aparat penegak hukum, justru membantu para walinagari sehingga lebih teliti dan mengacu kepada aturan dalam mengelola dana desa.

"Semakin banyak yang mengawasi dan melakukan pendampingan justru bagus, justru itu sangat membantu, kita dapat bertanya dan tidak salah melangkah," jelasnya.

 Disajikan Oleh : Bagian Hubungan Masyarakat
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: