16 Desember 2017

-

Menghadiri Seminar “ Transformasi Tata Kelola Pemerintah Nagari Era Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014’ dalam Rangka Penigkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Nagari Serta Iplementasi Undang-Undang

-

Menghadiri acara Sejuta Cinta untuk Bunda dalam rangka menyongsong Hari Ibu dari Indojalito Jakarta

-

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok ke-47

-

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok ke-47

» jadwal kegiatan lainnya

Senin, 22 Januari 2018 / 5 Jumadil Awwal 1439 H
Berita Detil

Selasa, 12/12/2017  16:09 WIB

Kerja Keras Arsiyanti Berbuah Manis di Provinsi Sumbar

perempuaninspiratif

Dewasa ini, banyak orang tidak menyadari akan pentingnya "kerja keras" sebagai kunci kesuksesan. Setiap membicarakan tentang “kesuksesan”, pasti hanya berbicara masalah hasil yang didapat dari orang sukses tersebut, bahkan mereka tidak melihat bagaimana proses meraih sebuah kesuksesan itu.

Seperti halnya, salah seorang warga Jorong Batang Buo, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Arsiyanti, S.Ag, dengan kerja keras, dan semangat tinggi, berhasil membawanya menjadi perempuan inspiratif di tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2017.

Pahit, getir, dan manisnya kehidupan, dilalui bersama keluarga kecilnya dengan sabar, dan ikhlas. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, tentu ada masa  berada dalam keterpurukan, dan hantaman badai gelombang kehidupan. Namun, Arsiyanti tetap tegar menjalaninya, sehingga mereka saling bahu membahu mengayuh bahtera rumah tangga, dalam mengarungi samudera kehidupan yang begitu luas.

Sebagai perempuan yang pernah menempuh pendidikan, dan bertitel S1 tersebut, Arsiyanti tidak hanya sebagai ibu rumah tangga saja. Bahkan, ia memasang tekad bagaimana mengamalkan seluruh ilmu yang pernah ditimba selama ini, agar bisa membantu suami tercintanya Jasbairil, dalam menopang tonggak perekonomian keluarganya.

“Dengan bermodalkan ijazah S1, saya mencoba melamar pekerjaan di berbagai instansi dan sekolah, namun hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. Pada akhirnya kami membuat Home Industri yang bergerak di bidang makanan dan kue,” ujar Arsiyanti.

Namun, usaha yang dijalaninya selama dua tahun itu, akhirnya gulung tikar, dan mereka kembali mencoba dengan usaha konveks., Itu pun tidak berlangsung lama, hanya dalam kurun waktu dua tahun usaha itu pun terhenti.

Seiring berjalannya waktu, sesuai ilmu yang didapat di bangku perkuliahan, perempuan beranak dua itu pun diminta, dan ditawarkan berbagi ilmu keagamaan baik di jorong, nagari maupun kecamatan.

“Berawal dari mengajar mengaji di MDTA, hingga berkecimpung, dan aktif diberbagai ormas, serta kelembangaan yang ada di nagari, dan kecamatan tempat kami tinggal,” ujar Arsiyanti.

Kegiatan demi kegiatan dikerjakan silih berganti setiap hari, tanpa mengenyampingkan eksistensi sebagai istri dalam mengurus rumah tangga.

Berkat keaktifannya di berbagai ormas dan lembaga, Arsiyanti dilibatkan dalam kegiatan yang ada di tengah masyarakat, baik di jorong, nagari, mapun kecamatan, dalam meningkatkan SDM di bidang keagamaan, sesuai visi dan misi Pemkab Agam yaitu, Agam mandiri berprestasi yang madani, serta membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Organisasi yang pernah diikuti Arsiyanti seperti, Forum Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Ampek Angkek. Pada saat itu, Arsiyanti terpilih menjadi Ketua FKDT periode 2012 hingga 2017. Berkat inovasi dan motivasi yang ia terapkan, maka diperiode 2017-2021, Arsiyanti kembali dipercaya menjadi Ketua FKDT.

Sedangkan, di Persatuan Majelis Taklim Nagari (PERMATA), Arsiyanti juga dipercaya sebagai sekretaris, dan berbagai kalangan mengakui keaktifannya dalam menjalankan program yang telah dirancang dalam kepengurusan tersebut.

Sehingga, Arsiyanti dilibatkan sebagai anggota seni dan budaya pada Pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Ampek Angkek. Sebagai pengurus BKMT, sebulan sekali dilaksanakan wirid gabungan antar majelis taklim se Kecamatan Ampek Angkek, dan banyak lagi macam kegiatan yang dilaksankan.

Kemudian, ia juga berperan sebagai tenaga pengajar di MDTA Asy-Syakirin Taluak Nagari Taluak IV Suku, Kecamatan Banuhampu pada 1997, dan saat ini menjadi tenaga pengajar di MDTA Tanjuang Alam Nagari Biaro Gadang.

Di samping itu, Arsiyanti mendapat tawaran untuk mengelola sebuah pondok Al-Qur’an di Jorong Biaro, Nagari Biaro Gadang. Pondok Al-Qur’an itu berjalan dengan baik, dan jumlah santri sampai saat ini lebih kurang 200 orang, terdiri dari tiga rombel yaitu rombel Tilawah, Tahfizul Qur’an, dan Da’i cilik.

Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi Pembina Remaja Masjid, yang merupakan tonggak estafet kemajuan bangsa ini.

Namun, Arsiyanti tidak melupakan bagaimana pengalaman yang dilaluinya beberapa tahun lalu yang sempat gagal, seperti membuka home industry.

Belajar dari kegagalan, Arsiyanti kembali membuka industry rumah tangga, guna membantu pendapatan keluarga. Untuk memulai kembali usaha yang pernah gagal dua tahun lalu, Arsiyanti melakukan pengembangan, yang sebelumnya berupa makanan dan kue, dan saat ini pengembangannya dalam bentuk kue pie.

Hingga saat ini, usaha kuenya tersebut telah masuk pasaran swalayan, seperti, Swalayan Budiman, Budi Mulya, dan swalayan yang ada di sekitar Bukittinggi, dan Baso. Bahkan, usaha kue tersebut sampai saat ini telah memenuhi pesanan dalam acara di berbagai instansi, dan pernikahan.

“Hanya bermodalan ilmu otodidak, setiap pesanan konsumen dalam bentuk kue kering, kue basah, dan gorengan seperti bakwan, risol kroket kentang, dan banyak lagi bentuk makanan lainnya, yang Insyaallah bisa terpenuhi sesuai dengan selera konsumen,” ujarnya lagi.

Namun,  produksi setiap hari yang diorder ke pasaran adalah, kue Pie Susu, dan Pie Brownis. Seiring dengan permintaan pasaran mulai meningkat, di mana pada awalnya usaha keluarga itu hanya di bantu sang suami, dan dua orang anaknya,  saat ini Arsanti telah mampu mempekerjakan beberapa orang pada usahanya itu.

 Disajikan Oleh : Bagian Hubungan Masyarakat
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: