16 Desember 2017

-

Menghadiri Seminar “ Transformasi Tata Kelola Pemerintah Nagari Era Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014’ dalam Rangka Penigkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Nagari Serta Iplementasi Undang-Undang

-

Menghadiri acara Sejuta Cinta untuk Bunda dalam rangka menyongsong Hari Ibu dari Indojalito Jakarta

-

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok ke-47

-

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok ke-47

» jadwal kegiatan lainnya

Senin, 22 Januari 2018 / 5 Jumadil Awwal 1439 H
Berita Detil

Minggu, 10/12/2017  05:34 WIB

Pengurus Masjid, dan Lembaga Keagamaan Harus Mampu Kuasai Teknologi

Bupati Agam, diwakili Kabag Kesra Setdakab Agam, Syatria, S.Sos, M.Si mengatakan, Pemkab Agam menyadari beratnya tantangan umat Islam ke depan, terutama peran dan fungsi pengurus masjid, serta lembaga keagamaan, sangat diperlukan yang berkualitas, profesional, dan menguasai teknologi.

"Karena saat ini dan ke depan, problem masyarakat semakin komplek, sehingga dibutuhkan kreatifitas, dan kemauan yang cukup bagi seorang pengurus masjid serta lembaga keagamaan, dalam menjalankan fungsinya di tengah masyarakat," ujar Syatria saat membuka Pelatihan Manajemen Islamic Center, di Hotel Sakura Syariah, Lubuk Basung, Sabtu (9/12).

Kegiaan  tersebut akan belangsung sampai Minggu (10/12).

Secara umum, di tingkat kabupaten saat ini tengah dibenahi islamic center yang representatif di komplek Masjid Agung Nurul Fallah Lubuk Basung. Seiring dengan itu, di tingkat nagari juga diharapkan menetapkan, dan mengembangkan Masjid Jami' sebagai pusat kegiatan keagamaan, sekaligus menjadi contoh bagi masjid sekitarnya.

Dengan demikian, Pemkab Agam memberikan pembekalan, dan pelatihan kepada pengurus masjid, dan lembaga keagamaan, guna mencapai visi Kabupaten Agam, yaitu mewujudkan masyarakat yang Agamais dan beradat.

"Peran pengurus masjid, dan lembaga keagamaan sangat besar di tengah-tengah masyarakat, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berkeadilan, inovatif, sejahtera dan agamais (BISA), menuju Agam Mandiri berprestasi yang madani," ujarnya pula.

Untuk itu, ke depan diharapkan pengurus Masjid, dan lembaga keagamaan bisa menghasilkan pengurus yang menjadikan islamic center sebagai pusat kegiatan keagamaan, dan tempat berkumpul lembaga keagamaan, dalam memecahkam dan menyelesaikan masalah keagamaan di tengah masyarakat.

"Kita mengharapkan, pengurus masjid dan lembaga keagamaan lebih banyak belajar, serta mengembangkan hasil pelatihan sebagai sumber ilmu pengetahuan," ujarnya berharap.

Namun, Pemkab Agam terus memberikan suport guna mendukung kegiatan keagamaan. Di samping memberikan pelatihan, Pemkab Agam juga telah menyalurkan bantuan jasa tranpor bagi 3.616 guru TPA/MDA, serta Imam dan Garin Masjid sebanyak 192 orang, dengan total bantuan sebesar Rp3.827 miliar.

Sedangkan, Ketua Panitia Pelaksana Yosman menyebutkan, pelatihan digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus masjid dalam mengelola kegiatan keagamaan di Masjid, dan meningkatkan kapasitas pengurus lembaga keagamaan sebagai bagian dari pengelola kegiatan di masjid.

"Peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 100 orang, terdiri dari pengurus Masjid, dan lembaga keagamaan se Kabupaten Agam, dengan menghadirkan tujuh nara sumber, empat dari Sumbar, dan tiga orang dari Agam," ujarnya.

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: