24 Maret 2018

-

Membuka kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Aparatur dan Pelatihan Manajemen Penanganan Konflik bagi Aparatur Kesbangpol dan Aparatur Kecamatan di Kab. Agam

» jadwal kegiatan lainnya

Rabu, 25 April 2018 / 9 Sya'ban 1439 H
Berita Detil

Jumat, 08/12/2017  22:38 WIB

Kewaspadaan Masyarakat Agam Meningkat, Kasus Kebakaran Menurun

Peristiwa memang tidak bisa dielakkan, tapi juga perlu diwaspadai bagaimana peristiwa tidak terjadi, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Seperti hal nya di Kabupaten Agam, pada 2017 terjadi peristiwa kebakaran sebanyak 67 kejadian per 30 November 2017.

"Dari jumlah kejadian, menimbulkan kerugian sebesar Rp10,2 miliar lebih. Meskipun jumlah kerugian meningkat dari tahun sebelumnya, tapi jumlah kejadian menurun dibanding 2016," ujar Kabid Damkar Agam Yunaidi, di Lubuk Basung, (8/12).

Pada tahun 2016 terjadi 105 kejadian, dengan total kerugian mencapai Rp9,6 miliar lebih. Atas penurunan jumlah kejadian, ini membuktikan bahwa kewaspadaan masyarakat akan peristiwa kebakaran mengalami peningkatan.

Yunaidi menjelaskan, dari jumlah kebakaran pada 2017, mayoritas menimpa rumah sebanyak 41 kejadian akibat korsleting (arus pendek). Selain itu, perkebunan atau lahan enam kejadian, kendaraan dua kejadian, fasilitas umum dua kejadian, pasar dua kejadian, listrik enam kejadian, toko atau kedai tujuh kejadian, dan kompor meledak satu kejadian.

Dengan demikian, ia terus mengimbau masyarakat agar terus waspada dalam menggunakan api, dan mencek aliran listrik secara berkala, agar tidak terjadi korsleting, yang nantinya bisa menimbulkan percikan api.

Di samping itu, pihak damkar terus menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat, agar ke depannya lebih berhati-hati dalam menggunakan api. Namun, masyarakat sangat diharapkan memiliki pemadam api tradisional, guna mengatasi kebakara kecil, agar tidak terjadi kebarakan yang lebih besar.

"Tidak hanya masyarakat, kita juga melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah dan toko, ini sudah lama dilakukan, tapi perlu lebih digiatkan lagi," ujarnya.

Selain itu, kepada pengelola atau pemilik toko, juga diminta untuk memfasilitasi tokonya dengan Alat Pemadan Api Ringan (APAR). Jika sudah ada, tapi diyakini mereka belum bisa memakainya, dan ini perlu dibimbing dalam menggunakan racun api tersebut.

"Mudah-mudahan, dengan sosialisasi dan simulasi yang kita lakukan, kewaspadaan dan pemahaman masyarakat dalam mengatasi kebakaran menjadi meningkat, sehingga kebakaran di Agam bisa lebih berkurang ke depannya," ujarnya berharap.

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: