31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Jum'at, 24 November 2017 / 5 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Minggu, 12/11/2017  17:16 WIB

Bupati Ajak Perantau dan Pemko Batam "Menjual Agam"

Bupati Ajak Perantau dan Pemko Batam

Masyarakat Perantau Minang di seluruh Indonesia harus berani berinvestasi, demi mempercepat pembangunan di kampung halaman, terutama di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pariwisata.

Demikian diutarakan bupati saat menghadiri silahturahmi dan peningkatan kerjasama Pemkab Agam dengan Perantau Minang, di Hotel Sahid Batam Center, Sabtu (11/11).

Hadir pada kesempatan itu Walikota Batam, diwakili Kepala Dinas Pariwisata, Pebrialin, Ketua Ikatan Keluarga Luhak Agam, Ali Amran, dan puluhan pelaku usaha Ranah Minang yang ada di Batam.

"Untuk perantau Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) yang berada di Batam dan sekitarnya, marilah kita bangun kampung halaman dengan menginvestasikan modal di Kabupaten Agam.

Banyak yang kita jual di Agam ini. Sektor pertanian kita punya Beras Kuriak Kusuik dari Tilatang Kamang, dan Beras Sirandah dari Ampek Angkek. Secara totalitas produksi padi mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun, lima tahun terakhir dari 298.750 ton per-tahun menjadi 327.654 ton per-tahun pada 2015," ujarnya.

Menurut bupati, dalam eksposnya menjelaskan, hal ini menjadi aneh ketika musim produksi padi naik, maka hasil produksinya akan terganggu. Namun di Agam berbeda, hal itu naik berbarengan, seperti antara produksi beras dan jagung yang naik secara bersamaan.

Produksi jagung dari tahun 2011 sebesar Rp42,950 ton per-tahun. Belum lagi potensi produksi cabe, bawang, kentang, dan hasil pertanian lainnya, yang bisa dieksplorasi bersama Pemko Batam, dan perantau.

Kemudian, di sektor perikanan, dan perkebunan. Komoditi yang potensial antara lain kepala sawit, tebu, dan kayu manis. Sementara, di sektor peternakan masih menjadi unggulan, yaitu daging sapi dan kerbau.

Belumn lagi disektor perikanan, bupati dua periode itu menjelaskan, terjadinya peningkatan signifikan hasil tangkapan ikan. Terakhir pada tahun 2015 mencapai 7.326 ton.

Kendati demikian, di sektor pariwisata, Agam jauh lebih kecil dibanding Kota Batam, yang merupakan tujuan wisata dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

"Di sektor pariwisata bukan promosinya yang masih kurang, namun adalah cara pelayanan dan kenyamanan yang kurang memuaskan, di samping pembangunan yang kurang merata," ujabya menjelaskan.

Sementara itu, Ketua IKLA Batam, Ali Amran mengatakan, pihaknya mendukung dan siap membantu Pemkab Agam, melalui perwakilan perantau yang ada di Batam, untuk bisa secara bersama mengajak pelaku usaha yang ada di Batam untuk join memromosikan potensi-potensi unggulan di Kabupaten Agam.

"Secara pribadi saya mendukung sekali kegiatan kerjasama yang diminta bupati. Hal ini akan kita bicarakan nanti dengan pelaku usaha lainnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Pebrialin mengatakan, majunya Kota Batam tidak lepas dari peran dan kontribusi perantau minang terutama di bidang pelaku usaha UKM.

"Apa yang telah dilakukan dan keharmonisan yang terjalin selama ini agar tetap di jaga, sehingga tercipta kerukunan dengan masyarakat yang berasal dari daerah lain. Dan kami siap membantu apa yang menjadi kebutuhan kita bersama untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: