31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Jum'at, 24 November 2017 / 5 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Jumat, 27/10/2017  20:32 WIB

Jetson : Menerima Pasangan Tamu Bukan Muhrim, Izin Penginapan Bisa Dicabut

Jetson : Menerima Pasangan Tamu Bukan Muhrim, Izin Penginapan Bisa Dicabut

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam, Ir. Jetson, MT menyesalkan jika pengelola penginapan masih menerima tamu pasangan tidak muhrim. Pasalnya, terjadinya kasus asusila lebih cendrung terjadi di penginapan, karena biayanya lebih murah dibandingkan dengan hotel.

Hal tersebut dikatakan Jetson, saat ditemui di ruangan kerjanya, Jum'at (27/10). Ia mengungkapkan, para pengelola penginapan nanti akan disurati, dan diberikan pembinaan terkait penerimaan tamu. Selain tamu yang berstatus suami istri yang sah, dan dilengkapi surat nikah asli serta KTP, pengelola dilarang menerimanya.

"Ini kita lakukan agar Gerakan Nagari Madani yang telah dilaunching Bupati Agam H. Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah berjalan dengan mulus, dan segala perbuatan yang melanggar aturan agama, dan adat akan kita basmi, demi terciptanya masyarakat yang beragama dan beradat di luhak Agam ini," ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya nanti akan melakukan pembinaan bagi pengelola penginapan yang ada di daerah itu. Setelah dilakukan pembinaan, jika masih kedapatan menerima tamu pasangan bukan muhrim, maka pengelola akan disurati sebagai tanda peringatan.

"Satu dua kali peringatan diberikan, jika masih tetap melanggar, maka selanjutnya bisa saja perizinan penginapan itu kita cabut, sehingga penginapan yang melanggar tidak diperbolehkan beroperasi lagi,"ujarnya menegaskan.

Untuk melakukan itu, pihaknya bekerjasama dengan Satpol PP, sebagai penegak perda di daerah itu, dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) tentang masalah perizinan.

Selain itu, Disparpora juga bakal melakukan kerjasama dengan warga sekitar penginapan, untuk mendapatkan informasi masalah kunjungan masyarakat ke penginapan. "Kita mengharapkan masyarakat ikut serta dalam hal ini, dan berupaya untuk menjauhkan negeri ini dari perbuatan maksiat," ujarnya berharap.

"Bukan penginapan saja, objek wisata juga demikian, karena saat ini Agam bakal menuju wisata halal, dan harus jauh dari perbuatan yang melanggar agama dan adat," ujarnya pula.

Lebih lanjut ia mengakui, Kamis (28/10) Satpol PP menjaring pasangan ilegal di salah satu penginapan di Kecamatan Tanjung Raya. Meskipun mereka bukan warga Agam, tapi pasangan tersebut telah mengotori negeri ini, atas perbuatan yang dilakukannya.

"Ini tidak bisa ditolerir, karena ini ketidak arifan pengelola penginapan dalam menseleksi tamu yang berkunjung, dan ini patut ditindak dengan tegas," ujarnya geram.

Terpisah Kepala Satpol PP dan Damkar Agam melalui Sekretaris Khairuddin, mendukung gerakan yang bakal dilakukan Disparpora tersebut, bahkan dalam hal ini pihaknya bersedia bekerjasama, baik bersama OPD terkait maupun masyarakat, agar masalah penyakit masyarakat (Pekat) di daerah itu bisa diatasi.

"Kita bakal melakukan patroli satu kali dalam dua minggu ke setiap penginapan, dan objek wisata. Bahkan dalam hal ini kita juga melibatkan Satpol PP kecamatan, dan mencoba merangkul warga sekitar penginapan, dan objek wisata, untuk mendapatkan informasi. Jika terdapat hal yang mencurigakan, mereka diminta untuk menghubungi Satpol PP. " ujarnya, didampingi Kabid Tibum dan Tranmas Gusnel.

Ia mengungkapkan, bakal meningkatkan pengawasan bagi penginapan, dan objek wisata, dan diharapkan Satpol PP kecamatan selalu memantau kondisi lapangan, dan menginformasikan ke Satpol PP kabupaten.

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: