31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Jum'at, 24 November 2017 / 5 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Rabu, 18/10/2017  17:52 WIB

Kepemimpin Indra Catri Dinilai Tim Pusat

KepemimpinIndrCatriDinilaiTimPusat

Berkat komitmen dan konsekuensi Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah untuk memajukan pembangunan di Kabupaten Agam, direspon positif oleh Pemerintah Pusat. Bak kata pepatah, menanam dahulu baru menuai. Atas segudang prestasi yang telah diraih Indra Catri selama menjabat bupati dua periode dan tidak pernah tersangkut kasus hukum, maka, Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan, hari ini, Rabu (18/10) melakukan penilaian observasi secara langsung, dalam rangka penilaian penghargaan sebagai Kepemimpinan Kepala Daerah (Leadership Award) pada tahun 2017.

 

Bupati Agam, melalui Sekretaris Daerah Drs. H. Martias Wanto, MM Dt.Maruhun, saat diminta keterangan di Lubuk Basung, membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, penilaian yang dilakukan tim penilai berdasarkan tindaklanjut dari surat Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Nomor 002.6/2299/Litbang, tanggal 18 Agustus 2017 perihal Informasi Rekam Jejak Kepala Daerah 

 

"Kita sudah mengirimkan data tersebut dengan valid dan objektif, berupa data rekam jejak dan bukti fisik dari beberapa piagam dan penghargaan yang telah diraih bupati. Hari ini dilakukan penilaian observasi dari tim penilai, yang terdiri dari tujuh orang pakar independen, objektif dan profesional selama 17 sampai 18 Oktober 2017," jelas Sekda.

 

Sekda mengatakan, penilaian itu hanya ditujukan kepada para kepala daerah di Indonesia yang terbaik dan terpilih, sesuai dengan kriteria yang ditentukan Kementerian Dalam Negeri.

"Alhamdulillah, Bupati Indra Catri terpilih sebagai nominasi penilaian Kepala Daerah terbaik dalam memajukan daerahnya bersama dengan sebelas bupati lainnya, tujuh walikota dan lima gubernur se-Indonesia," jelas Martias.

 

Kriteria pemberian penghargaan kepemimpinan kepala daerah (Leadership Award) itu ada empat, yakni pertama sudah menduduki jabatan sebagai kepala daerah minimal empat tahun; ke-dua, pernah mendapat penghargaan dari lembaga-lembaga yang kredibel baik di dalam maupun luar negeri; ke-tiga tidak tersangkut masalah hukum/moral; dan ke-empat mendapat sorotan positif dari media-media lokal dan nasional.

 

"Secara garis besar ada dua faktor yang dinilai dalam leadership award, yakni kepemimpinan birokrasi dan kepemimpinan sosial. Ini menunjukkan bahwa kita lebih dahulu selangkah dari daerah lain," katanya.

 

Pasalnya, Bupati Agam pernah diberi penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif pada 2016, dan penghargaan Peopple of The Years tahun 2014 yang berikan oleh Media Koran Sindo. Tidak hanya itu, bupati juga mendapatkan penghargaan Opini WTP secara berturut-turut sejak 2014 dari BPK RI.

 

Tidak hanya itu, Pemkab Agam baru-baru ini juga menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat yaitu, Piagam Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, karena berhasil dalam "Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di atas 5 %. 

 

Martias Wanto menyebutkan, hal ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Agam dalam memberdayakan kapasitas masyarakat petani, agar mampu melaksanakan kegiatan ekonomi produktif, dan telah menunjukkan hasil yang signifikan. Pembangunan di sektor pertanian juga dinilai berhasil meningkatkan produktivitas dan produksi komoditas padi, dalam rangka swasembada pangan dan ketahanan pangan.

 

Sektor pertanian, sebagai salah satu pilar pembangunan di Kabupaten Agam, memiliki peranan yang sangat besar, mengingat hampir  90 % masyarakat Agam adalah petani. Karena itu, peningkatan pendapatan petani juga tidak luput dari perhatian Pemkab Agam, melalui Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan.

 

Ia mengatakan, berdasarkan data terkini Kabupaten Agam berhasil meningkatkan produksi padi sebesar 13,93 persen, yang dicapai selama 2015 sampai 2016. Capaian ini menjadi hasil konkrit Kabupaten Agam, sebagai salah satu sentral pangan di Sumatera Barat, untuk terus mengupayakan meningkatkan hasil produksi pertanian, guna mendukung swasembada pangan.

 

Dijelaskannya, tahun 2015, produksi padi di Kabupaten Agam mencapai 326.891 ton, dengan luas areal panen 60.998 Ha, dan meningkat pada tahun 2016 menjadi 372.414 ton, dengan luas areal panen 66.172 Ha. Selain padi, komoditas jagung di Kabupaten Agam juga mengalami peningkatan produksi, seperti tahun 2015 sebesar 73.740 ton menjadi 92.733 ton pada tahun 2016.

 

"Artinya, produksi jagung kita meningkat menjadi 25,76 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

 

Ke depan, jelasnya, pihaknya terus berupaya mewujudkan peningkatan produksi pangan di Kabupaten Agam, lebih 5 persen per- tahun, sesuai target nasional, dengan berbagai program strategis, seperti bantuan benih unggul, perbaikan irigasi, jalan usaha tani, bantuan alsintan dan lainnya, juga termasuk cetak sawah baru, sebagai upaya untuk menjadikan Kabupaten Agam sentral tanaman pangan di Sumatera Barat.

 

Berkat kerja keras dan perjuangan bersama dengan seluruh stakeholder, ke depan, ia berharap semua unsur kepentingan dan elemen masyarakat tetap bersatu padu untuk menyukseskan setiap agenda dan program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, agar pembangunan berkelanjutan itu bisa terwujudkan.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: