17 Desember 2017

-

Menghadiri Tablig Akbar dan Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1439 H dengan Pembicara Buya Drs. H. Abubakar Syarif. M, Hi (Pensiunan Hakim Tinggi Agam Jakarta)

-

Malewakan Gala Sako Pasukuan Koto Payuang Panji Dt. Sati, Nagari Balingka Kecamatan IV Koto

» jadwal kegiatan lainnya

Minggu, 17 Desember 2017 / 28 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Sabtu, 07/10/2017  21:23 WIB

"Nagari Madani" Diapresiasi Para Akademisi dan Mahasiswa

Wabup Agam bersama peserta seminar

Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria diminta sebagai narasumber pada Seminar Nasional Administrasi Negara FIS UNP 2017, Sabtu (7/10) di Aula Pasca Sarjana, UNP Padang.

Pada kesempatan itu, Wabup diminta sebagai pembicara utama, ditemani Dekan Fakultas Administrasi Pemerintah Universitas Indonesia Prof. Eko Prasojo.

Kegiatan seminar sehari, yang bertemakan Tantangan dan Prospek Administrasi Publik dalam Mencapai Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030 itu, rencananya akan dihadiri oleh Bupati Agam Indra Catri, namun karena ada acara kedinasan yang tidak bisa diwakili, maka digantikan oleh Wakil Bupati, Trinda Farhan Satria, yang juga mantan Pimpinan DPRD Provinsi Sumbar,dan Dosen Teknik Industri Universitas Andalas Padang.

Pada kesempatan itu wabup mengangkat tema, "Gerakan Nagari Madani Dalam Upaya Implementasi ABS SBK di Kabupaten Agam".

Tema yang diangkat wabup itu mendapat respon positif dari kalangan dosen dan peneliti dari beberapa Universitas. Tidak hanya universitas dalam Sumbar, seperti Unan, IAIN, dan universitas lainnya, namun juga universitas dari luar Sumbar, seperti Universitas Jambi, UNAIR, UGM, Unpad, dan UI.

"Ada beberapa alasan saya mengangkat tema Gerakan Nagari Madani. Pertama, guna merangsang kembali mahasiswa, sebagai generasi penerus, khususnya generasi Minang, untuk kembali ke surau sebagai dasar pendidikan abstrak yang harus diketahui oleh generasi, sebagai dasar pembentukan karakter dan mengimplementasikannya ke dalam falsafah Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ABS SBK). Kedua, sebagai bahan evaluasi dalam penyempurnaa gerakan nagari madani kepada  akademisi, peneliti dan mahasiswa," ujarnya menjelaskan.

Menurut wabup, ada hal penting yang harus diketahui dan dipahami oleh masyarakat dan khalayak ramai, terkait makna pembangunan yang sesungguhnya. Selama ini masyarakat menganggap, bahwa membangun itu hanya sebatas fisiknya saja.

Sebagai contoh, ketika kita melihat orang  mengaspal jalan sepanjang 2 kilometer di malam hari, maka esoknya jalan tersebut sudah bisa dilalui. Tapi kalau membangun mental dan karakter spiritual masyarakat tidak secepat itu. 

Akan membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama, yang nantinya akan menghasilkan output yang cukup besar terhadap bangsa dan negara.

Diakhir penyampaian materi, salah seorang dosen dan peneliti dari Dosen Universitas Jambi Zurmaini, menyatakan apresiasi terhadap regulasi-regulasi dan program pembangunan yang digagas Pemkab Agam dalam membangun kembali karakter anak bangsa melalui gerakan nagari madani.

"Ini sangat menarik apabila dilakukan disertasi. Saya akan minta informasi lebih lanjut kepada Pemkab Agam terkait penelitian nanti," katanya. 

 

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: