31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Jum'at, 24 November 2017 / 5 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Kamis, 05/10/2017  16:57 WIB

Wabup Agam Resmikan Gerbang dan Pos Jaga Taman Muko-Muko

Wabup Agam saat membuka papan selubung tanda diresmikannya gerbang dan pos jaga

Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria Dt. Tumangguang Putiah, meresmikan gerbang dan pos jaga Taman Muko-Muko, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (4/10). Pembangunan gerbang dan pos jaga tersebut, merupakan bantuan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat, melalui Program PLN Peduli senilai Rp115.000.000.

Peresmian tersebut ditandai dengan pembukaan papan selubung, yang dilakukan Wabup, didampingi pihak PT. PLN (Persero) Wilayah Sumbar, Camat Tanjung Raya, Polsek, dan lainnya.

Trinda Farhan Satria mengucapkan terimakasih kepada pihak PT. PLN (Persero) Wilayah Sumbar, yang telah membantu pembangunan melalui Program PLN Peduli. Tentu diharapkan ini bukan yang pertama, untuk terakhir, tetapi menjadi awal untuk Program PLN Peduli berikutnya secara berkesinambungan, khususnya di salingka Danau Maninjau, baik terkait penunjang, maupun menyukseskan Program Save Maninjau.

"Kalau dikaitkan dengan pariwisata, Agam salah satu daerah yang memiliki objek wisata yang lengkap, mulai dari laut hingga ke puncak gunung, sehingga disebut dengan Agam Pesona yang Beragam," ujarnya.

Menurutnya, Danau Maninjau pada akhir tahun 80-an atau awal 90-an, pernah dinobatkan masuk lima besar danau terindah di dunia, mudah-mudahan itu bukan sejarah, dan bersama-sama kembali menjemput anugerah tersebut.

Dikatakannya, di sektor pariwisata kadang-kadang yang muncul persepsi negatif, karena wisata dikhawatirkan bakal menggerus nilai-nilai luhur masyarakat sekitar. Apalagi di salingka Danau Maninjau, di samping terkenal dengan keindahan danaunya, juga merupakan gudangnya ulama dan tokoh-tokoh besar, baik nasional maupun internasional.

"Tapi ternyata, saat ini apa yang menjadi kekhawatiran itu mestinya bisa kita tepis," ujanya pula.

Ia mengungkapkan, khusus di salingka Danau Maninjau, banyak potensi wisata yang bisa dikemas. Jika dikemas dengan baik, ini mampu menjadi lokomotif penggerakan ekonomi masyarakat. 

Bahkan, Maninjau merupakan salah satu lokasi paralayang terbaik di Asia Tenggara, tapi kekurangannya satu, yaitu tidak memiliki lokasi landing. Ini juga bisa menjadi catatan, siapa tau PLN punya anggaran melalui PLN pedulinya, untuk bisa mendukung, dan membantu kekurangan ini.

Selain itu, wisata kuliner juga berpotensi besar menunjang ekonomi, termasuk wisata budaya yang banyak tradisi seni budaya di salingka Danau Maninjau yang bisa diangkat, dan ditumbuh kembangkan, termasuk wisata edukasi. Kalau dilihat kunjungan wisatawan Malaysia, Brunei, dan lainnya, begitu banyak datang ke Maninjau. 

Wabup menuturkan, banyak destinasi di Agam yang sudah, sedang, dan akan dikembang di Kecamatan Tanjung Raya. Tentu harapannya banyak program yang dibuat secara berkesinambungan, tinggal lagi pada OPD terkait, dan pihak lainnya untuk bisa mengemas, dan membuat program. Nanti program PLN peduli yang berkesinambunagn itu bisa dilakukan di Kabupaten Agam, khususnya di Maninjau.

Deputi Hukum dan Humas PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat, Remialis mengatakan, di Sumbar banyak program PLN peduli yang dilakukan, salah satunya di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, tentang pariwisata. Di PLN ada beberapa anggaran tentang program PLN peduli, ada namanya anggaran BUMN bersinergi.

"Anggaran ini turun di pusat, dan ditentukan kegiatannya oleh Kementerian BUMN. Sedangkan program di Maninjau, merupakan kegiatan PLN peduli yang dikhususkan, dan dibiayai PLN wilayah Sumbar," ujarnya.

Dikatakannya, dengan adanya program kerjasama PLN dengan pihak Dinas Pariwisata ini, mudah-mudahan apa yang dilakukan dapat diterima seluruh lapisan masyarakat. Dengan harapan, terutama kali dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Lebih lanjut ia menyebutkan, pada 2018 pihaknya juga merencanakan program terkait, irigasi di pinggiran Danau Maninjau, dan proposal sudah masuk ke PLN Sumbar untuk bisa membantu mengatasi masalah ini. Namun ia tidak menjelaskan dimana lokasi pastinya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disparpora Agam Hadi Suryadi, mengatakan, destinasi di Agam cukup banyak, lebih kurang 118 destinasi. Terkait dengan Agam Pesona yang Beragam, dan tentu tanpa bantuan, dan kepedulian semua pihak, destinasi tidak bisa dijual secara maksimal.  Untuk itu, pada Juni 2017, pihaknya mencoba mengajukan proposal pada PT. PLN (Persero)  wilayah Sumbar untuk bisa berpartisipasi, khususnya melalui dana CSR nya. 

"Alhamdulilllah, lebih kurang satu bulan pelaksanaan permohonan, kita dipanggi ke Padang untuk melihat apa-apa saja yang bisa dipersamakan pengerjaannya. Salah satunya kita dibantu pintu masuk Objek Wisata Muko-muko, tentu baik buruknya, pintu masuk tersebut menjadi daya tariknya wisatawan untuk berkunjung," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari sekian banyak objek wisata, pihaknya masih melakukan penataan, dan pembenahan, mudah-mudahan ke depan dana CSR perusahaan lainnya juga bisa membantu mengembangkan destinasi. Namun, sebelumnya ia mengucapkan terimakasih kepada PT. PLN, yang telah membantu dalam rangka pengembangan sektor pariwisata ini.

"Kita mengharapkan, ini bukan awal, tapi ada kelanjutannya, sesuai pembicaraan sebelumnya dengan GM PT. PLN (Persero) Sumbar, pihaknya bakal membuat semacam warung-warung, yang ditata sedemikian rupa dengan desain yang bagus, dan ini menjadi daya tari kita juga nantinya," ujarnya berharap. 

 

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: