31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Kamis, 19 Oktober 2017 / 28 Muharram 1439 H
Berita Detil

Selasa, 03/10/2017  19:19 WIB

Mina Padi Dikembangkan di Tanjung Raya

ilustrasi

Dinas  Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam, bakal menggiatkan program mina padi di Kecamatan Tanjung Raya. Ini dinilai akan sangat membantu untuk memantapkan program Save Maninjau, yang saat ini menjadi permasalahan besar di daerah itu.

Kepala DPKP Agam Ermanto, Selasa (3/10), di Lubuk Basung mengatakan, pihaknya terus berupaya agar kehidupan masyarakat salingka Danau Maninjau tetap terjaga dari segi ekonomi. Upaya yang dilakukan seperti, menggiatkan program mina padi, agar masyarakat tidak bergantung ke danau untuk membudidaya ikan.

"Program mina padi tersebut dikembangkan di empat nagari yaitu, Nagari Koto Malintang, Koto Gadang, Koto Kaciak, dan Sungai Batang," ujarnya.

Menurutnya, dengan program mina padi, masyarakat tidak fokus lagi ke danau untuk budidaya ikan yang selama ini mereka geluti. Jika dilihat, program mina padi cukup efisien, dan ekonomis, ibaratnya "mancilam sambia maminum aia", dengan artian ada program ganda yang terdapat di satu lokasi.

"Disamping bisa memanen padi, masyarakat juga bisa melakukan panen ikan yang didilaksanakan dalam satu tempat," ujarnya pula.

Lebih lanjut dikatakan, untuk proses panen, masyarakat tidak harus menunggu lama, hanya berlangsung 4 bulan saja, masyarakat sudah bisa panen dua sekaligus yaitu, padi dan ikan. Dan ini dinilai bisa menunjang ekonomi masyarakat selingka Danau Maninjau yang dulunya fokus kehidupan didanau.

"Program mina padi ini sebagai program percontohan, sehingga masyarakat salingka Danau Maninjau bisa menerapkan di kawasan mereka masing-masing," katanya.

Memang kegiatan itu tidak semua masyarakat bisa melaksanakannya, tapi pemerintah terus berupaya merangkul, mengajak, dan mensosialisasikan program ini pada masyarakat. Sehingga, kelangsungan ekonomi masyarakat yang selama ini cendrung pada keramba, bisa dialihkan menjadi petani mina padi.

 

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: