31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Kamis, 19 Oktober 2017 / 28 Muharram 1439 H
Berita Detil

Kamis, 09/08/2017  08:07 WIB

Pemkab Agam Terapkan Tujuh Kriteria Wujudkan Nagari Madani

PemkabAgamTerapkanTujuhKriteriaWujudkanNagariMadani.jpg

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Provinsi Sumatera Barat, sangat serius mewujudkan Nagari Madani di daerah itu. Dalam waktu dekat gerakan tersebut akan di launching, bahkan sudah dilakukan penilaian bagi nagari madani di kabupaten Agam beberapa waktu lalu.

 

Mewujudkan Nagari Madani tidak mudah, membutuhkan kerja keras dan dukungan dari semua elemen, baik pemerintahan, wakil rakyat, masyarakat dan lembaga lainnya. Jika tidak, maka gerakan yang dicanangkan pemerintah tersebut hanya akan menjadi wacana dan kebijakan diatas kertas.

 

Untuk mewujudkannya, perlu dukungan, dan sosialisasi kepada masyarakat, gerakan itu setiap nagari harus menerapkan tujuh kriteria sesuai yang telah diatur dalam Peraturan Bupati Agam Nomor 74 Tahun 2016 sebagai berikut :  Melaksanakan pendidikan informal terutama Al-qur’an, membaca, pemahaman, pengamalan, penghafalan, dengan indikator ; Pengurangan buta baca tulis Al-quran, Peningkatan jumlah penghafal Al-quran, Tersedianya rumah quran atau rumah tahfidz, Terlaksananya Maghrib Mengaji, Terlaksananya khatam quran, dan MTQ di nagari, Tercapainya Angka Partisipasi Kasar (APK) pada tingkatan TPA/MDA.

 

Meningkatkan peranan Masjid atau surau sebagai sentra kehidupan sosial masyarakat, dengan indikator ; Terlaksananya shalat 5 waktu berjamaah dan shalat jamaah lainnya, Tersedianya TPQ/TPA/MDA, yang setidaknya memenuhi unsur: tersedianya guru tetap, guru yang sudah mendapatkan pelatihan, memenuhi kurikulum standar, dan memiliki guru dengan kompetensi A, Terlaksananya peringatan Hari Besar Islam, Terlaksananya pembinaan Remaja Masjid, dan didikan subuh di masjid nagari, Terlaksananya kegiatan Majelis Ta’lim, Terlaksananya pemberdayaan sosial keagamaan seperti, santunan fakir, miskin, yatim di masjid nagari, Terlaksananya pemberdayaan sosial ekonomi, UPZ, koperasi syariah, BMT, dan lainnya di masjid nagari, Tersedianya akses air bersih, sanitasi, akses jalan menuju masjid dengan kondisi baik dan pustaka masjid, Adanya kepengurusan masjid atau surau yang lengkap, dan memiliki rencana kegiatan tahunan,

 

Melaksanakan perlindungan atas kampung, dan masyarakat nagari, dengan indikator ; Kasus narkoba, Minuman keras, Pergaulan bebas, asusila, pornografi, pornoaksi, Perjudian, Kriminalitas.

 

Menghidupkan semangat kepedulian, semangat ukhuwah islamiyah, kekeluargaan, dan gotong royong, dengan indikator ; Angka perceraian, Kekerasan dalam rumah tangga, dan kekerasan pada anak, Gotong royong, Anak putus sekolah karena faktor ekonomi, Keluarga miskin, Kegiatan atau forum yang meningkatkan persaudaraan dalam nagari, Peran, dan partisipasi masyarakat rantau.

 

Melaksanakan Adat, seni budaya, dan olah raga yang sesuai dengan filosofi ABS-SBK, dengan indikator ; Adanya ninik mamak semua suku, Peningkatan kapasitas ninik mamak, Peningkatan kapasitas ampek jinih, Terlaksanya pembinaan seni budaya yang sesuai adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, Adanya kegiatan olahraga masyarakat, yang tidak bertentangan dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,

 

Meningkatkan peran serta lembaga, dan ormas, dengan indikator ; Fungsi Kerapatan Adat Nagari, Fungsi majelis ulama indonesia nagari, Fungsi bundo kanduang, Fungsi organisasi kewanitaan, Fungsi organisasi kepemudaan, Fungsi organisasi keagamaan.

 

Meningkatkan kesalehan individu, dan sosial, dengan indikator ; Jamaah shalat Subuh, Jumlah pemotongan hewan qurban, Jumlah zakat infak, dan sedekah, Pakaian muslim, Simbol-simbol ke-Islaman, Lingkungan bersih atas partisipasi warga.

 

Kondisi saat ini, sesuai data BPMPN Agam, penerapan nagari madani di Kabupaten Agam pada 2017 baru mencapai level III, dengan rincian 16 nagari level III, 28 nagari level II, dan 38 nagari level I. Diharapkan pada 2018 mengalami peningkatan. Ditargetkan level I : 8  nagari, level II: 45 nagari, level III :  21 nagari, dan level IV : 8  nagari.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: