31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Sabtu, 18 November 2017 / 28 Safar 1439 H
Berita Detil

Selasa, 12/09/2017  10:42 WIB

Empat Sekolah Kabupaten Agam Dinilai Tim LSS Propinsi Sumbar

EmpatSekolahKabupatenAgamDinilaiTimLSSPropinsiSumbar

Empat sekolah di Kabupaten Agam dinilai Tim Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Sumatera Barat, di SMAN 1 Tilatang Kamang. Sekolah dimaksud TK Istiqamah Surau Kamba, Kecamatan Ampek Angkek, SDN 12 Limo Suku, Kecamatan Sungai Pua, MTsN 1 Matur, dan SMAN 1 Kecamatan Tilatang Kamang, Senin (11/9).

 

Lomba tersebut, dibuka Bupati Agam di Wakili Asisten II Sekretariat Kabupaten Agam Isman Imran, dihadiri camat, KUA, anggota DPRD, Kemenag Agam, majelis guru dan lainnya. Pada kesempatan itu, Isman Imran mengungkapkan, pembangunan kesehatan bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, agar dapat mewujudkan SDM yang berkualitas, mempunyai daya saing, dan produktifitas yang tinggi serta derajat kesehatan. Ini merupakan unsur utama indeks pembangunan manusia, disamping pembangunan pendidikan dan ekonomi.

 

Di samping keluarga, menurut Isman, sekolah merupakan lembaga atau tempat utama pembentukan karakter, dan perilaku masyarakat, termasuk pembentukan perilaku kesehatan. Sekolah merupakan tempat berkumpulnya kurang lebih 25 persen penduduk. 

 

"Di samping itu, anak usia pendidikan merupakan kelompok yang paling mudah mencerna, dan menerima transformasi pengetahuan baru. Untuk itu, pelaksanaan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan lingkungan disekolah, merupakan program yang sangat strategis dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

 

Pemerintah memberikan prioritas yang tinggi terhadap program usaha kesehatan sekolah, seperti mensinergikan berbagai program inovasi pemerintah Kabupaten Agam dengan program peningkatan kualitas pendidikan yaitu, Agam menyemai, thaharah masjid dan WC bersih.

Dengan kebijakan dan prioritas yang diberikan selama ini, Agam berhasil memperoleh beberapa prestasi yang menggembirakan, baik tingkat provinsi maupun nasional.

 

Di antaranya, peringkat II Ujian Nasional SD tingkat Sumbar tahun ajaran 2016-2017, Juara I Lomba UKS SD tingkat Sumbar pada 2014, Juara I Lomba UKS SMP tingkat Sumbar pada 2014, Juara I Lomba UKS SMP tingkat Sumbar pada 2013, dan Juara Harapan II tingkat Nasional pada 2014, bahkan beberapa sekolah tingkat SD, SMP dan SMA telah meraih prestasi penghargaan Program Adiwiyata, baik tingkat provinsi maupun nasional.

 

Ketua Tim Penilai, Hendri Oktavia Hatta mengungkapkan, Lomba Sekolah Sehat tersebut merupakan rangkaian agenda tahunan, dan dilakukan secara berjenjang, mulai tingkat kecamatan, kabupetan/kota, provinsi, dan nasional. Diharapkan Agam mampu mewakili Sumbar ke tingkat Nasional nantinya.

 

"Penilain dilihat tidak fungsi sekolah semata, tapi juga ada terjadinya perubahan perilaku peserta didik dalam menciptakan lingkungan yang bersih di sekolah, rumah tangga, dan lingkungan masyarakat," ujarnya. 

 

Ia mengharapkan, anak-anak menjadi agen perubahan di tengah keluarganya. Sasarannya, pembinaan yang bertujuan agar pengelolaan kesehatan di sekolah, mulai dari pusat sampai daerah, menjadi terarah dan berkesinambungan, sehingga memperoleh hasil yang maksimal.

 

Lebih lanjut ia menyebutkan, tujuan dilaksanakan lomba itu sebagai evaluasi bagi  semua, khususnya Tim UKS Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatran, tentang apa yang dilakukan selama ini dalam mengupayakan perilaku hidup bersih, dan sehat. Selain itu juga sebagai salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya, dan peserta didik khususnya. 

 

"Dalam Lomba Sekolah Sehat indikator penilaiannya adalah ruang kerja kepala sekolah, ruang kerja guru, kelas, tempat ibadah, ruang UKS, kamar mandi, WC, kantin sekolah, perpustakaan, ruang laboratorium, ruang praktek, ruang serbaguna, tempat penampungan sampah sementara, dan lainnya," ujarnya.

 

LSS tersebut kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri. Usai pembukaan, masing-masing kepala sekolah menyampaikan ekspos sekolah, dan dilanjutkan peninjauan lapangan.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: