31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Selasa, 12 Desember 2017 / 23 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Senin, 04/09/2017  09:48 WIB

Bupati Agam Beserta Keluarga Qurban Satu Ekor Sapi

BupatiAgamBesertaKeluargaQurbanSatuEkorSapi

Bupati Agam Indra Catri Dt.Malako Nan Putiah beserta Keluarga sembelih 1 ekor Sapi Qurban di Halaman Samping Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung Sabtu (2/9)  dan 5 ekor sapi qurban lainnya dari Jamaah Masjid Agung Nurul Falah, Turut hadir Ass II Isman Imran selaku pengurus masjid beserta anggota lainnya dalam pelaksanaan qurban kali ini. Bersamaan dengan penyembelihan Sapi qurban Bupati dan keluarga juga dilakukan penyembelihan 4.805 ekor  hewan qurban  yang tersebar diseluruh nagari Kabupaten Agam, dengan rincian 4.520 ekor sapi jantan, 140 ekor sapi betina, 2 ekor kerbau dan 143 ekor kambing (Data hewan terperiksa Dinas Pertanian)

 

Hakikat qurban idul adha adalah bahwa kita harus kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah. Karena manusia dan jin tidaklah diciptakan, kecuali untuk beribadah.

Sebagaimana ujian Allah kepada nabi Ibrahim, hikmah dari segala peistiwa qurban tidak lain tidak bukan adalah untuk memperoleh ridha Allah melalui ibadah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah Allah. Namun, tidak sekadar ibadah, kita harus ikhlas dalam menjalankan setiap perintah Allah. Kalau tidak, apa yang kita kerjakan dan menurut kita ibadah, itu menjadi sia-sia karena tidak dilakukan dengan ikhlas. Inilah hakikat dari peristiwa qurban dalam idul adha.

Serbagaimana arti kata qurban yang bermakna qarib atau dekat kepada Allah, maka hakikat kurban adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Karena itu, makna qurban dalam pengertian Islam adalah bentuk pendekatan diri kita kepada Allah melalui lantaran hewan ternak yang dikurbankan atau disembelih.

Dengan begitu, kita merelakan sebagian harta kita yang sebetulnya milik Allah untuk orang lain. Ini menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah. Syaratnya, dalam qurban kita harus benar-benar untuk mencari ridha Allah, bukan untuk yang lain. Inilah hakikat qurban dalam Islam yang sebenarnya.

 

Ibadah korban adalah memanifestasikan rasa syukur dan puncak takwa. Ia menjadi tanda kembalinya manusia kepada Allah s.w.t setelah menghadapi berbagai macam ujian dan terpedaya rayuan setan sehingga menjauhkan diri daripada Allah dan mengingkari larangan-Nya. Korban disyariatkan untuk mengingatkan manusia bahawa jalan menuju kebahagiaan memerlukan pengorbanan berat. Akan tetapi, yang dikorbankan bukanlah manusia, bukan pula nilai-nilai kemanusiaan tetapi hewan sebagai pertanda bahawa pengorbanan harus ditunaikan dan bahwa yang dikorbankan adalah sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia saperti sifat rakus, tamak, ego, mengabaikan norma, nilai dan sebagainya. Secara harfiah, kesempurnaan ibadah korban ini bermakna membunuh segala sifat kebinatangan yang terdapat dalam diri manusia.

 

Berdasarkan kisah Habil dan Qabil tentang korban yang diterima oleh Allah, jelas menunjukkan bahawa keikhlasan itu adalah sifat yang paling utama dalam ibadah. Amalan berkorban harus dengan hewan yang baik (sehat) dan berkualitas baik, tidak cacat, cukup umur serta banyak dagingnya. Walaupun darah atau daging itu tidak sampai kepada Allah, tetapi yang lebih penting adalah ketakwaan kepada Allah. Korban tidak akan memberi makna bagi Allah, kerana Allah tidak memerlukan apapun.

 

Dengan korban tersebut diharapkan agar ketakwaan kita kepada Allah semakin meningkat. Dan kita adalah hamba-Nya yang sentiasa memerlukan bimbingan serta petunjuk-Nya. Oleh karena itu amal kebajikan, baik yang bersifat sosial maupun yang individual kuncinya ialah takwa. Dalam hal ini Allah s.w.t berfirman yang artinya :

Daging dan darah binatang korban yang kau persembahkan itu tidaklah sekali-kali akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya ialah amal yang ikhlas yang berdasarkan takwa. (Al-Hajj: 37)

 

Bila pelaksanaan korban hewan ternak sebagai ritual keagamaan yang dilakukan pada hari-hari tertentu pada bulan haji, maka segala bentuk pengorbanan yang dilakukan oleh umat Islam pada hari-hari yang lain juga dapat disebut dengan pengorbanan apabila disertai dengan takwa kepada Allah s.w.t.

 

Qurban dapat membantu memperkuat ketahanan pangan nasional, dimana kelompok dhuafa mendapatkan tambahan pasokan daging yang siap dikonsumsi. Meskipun sifatnya sangat temporer, tapi paling tidak, qurban ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi daging per kapita masyarakat, yang saat ini baru mencapai angka tujuh kilogram per kapita per tahun. Masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi daging warga Tetangga yang mencapai angka 44 kg per kapita per tahun. Rendahnya konsumsi daging ini antara lain disebabkan oleh banyaknya jumlah warga yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli daging. Dengan qurban, minimal mereka memiliki kesempatan untuk mengkonsumsi daging. Qurban dapat meningkatkan produktivitas perekonomian. Semangat berqurban akan melahirkan pribadi-pribadi yang produktif. Jika tidak produktif, maka seseorang tidak mungkin memiliki kemampuan untuk berqurban. Produktivitas individu dan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam upaya membangun peradaban ekonomi umat.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: