Selasa, 20 Februari 2018 / 4 Jumadil Akhir 1439 H
Berita Detil

Senin, 04/09/2017  09:31 WIB

16 Nagari Sudah Disertijabkan

16NagariSudahDisertijabkan

Sebanyak 16 nagari yang ada di Kabupaten Agam telah melakukan serah terima jabatan (sertijab), dari pejabat lama ke yang baru, untuk melanjutkan roda pemerintahan di nagari masing-masing periode 2017-2023.

 

Nagari dimaksud adalah Kubang Putiah, Ladang Laweh, Sungai Tanang, Taluak IV Suku, Padang Lua (Kecamatan Banuhampu), Nagari

 

yang telah disertijabkan pada 26 Agustus 2017. Nagari Sungai Pua, Batu Palano, Padang Laweh (Kecamatan Sungai Pua).  Nagari Malalak Timur (Kecamatan Malalak), dan Nagari Kamang Ilia, Kecamatan Kamang Magek, disertijabkan pada 27 Agustus 2017.

 

Di Kecamatan Tanjung Mutiara adalah Nagari Tiku Utara. di Kecamatan Tanjung Raya, yaitu Nagari Koto Malintang, Nagari Duo Koto, Nagari Paninjauan, yang telah disertijabkan pada 29 Agustus 2017. Di Kecamatan Ampek Nagari, Nagari Bawan, dan Kecamatan Palupuah, Nagari Nan tujuah, disertijabkan pada 30 Agustus 2017.

 

Sertijab hari pertama dan ke dua langsung dihadiri Bupati Agam H. Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah, untuk hari ke tiga dan ke empat dihadiri Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria, Dt. Tumangguang Putiah serta beberapa Kepala OPD.

 

Untuk saat ini, masih tinggal 12 wali nagari lagi yang akan disertijabkan,setelah dilantik, Jum'at (25/8), di GOR Padang Baru Lubuk Basung.

 

Dalam sertijab dimaksud, bupati dan wakil bupati tidak henti-hentinya mengingatkan wali nagari defenitif, untuk bisa menjalankan amanah tersebut dengan baik dan penuh tanggung jawab. Sebab, wewenang dan tanggung jawab wali nagari ke depan semakin berat, dan penuh tantangan.

"Salah satu tantangan dimaksud yaitu, dana desa banyak mengalir ke nagari, jika wali nagari tidak mengelolanya dengan baik, maka kesejahteraan masyarakat akan sulit diwujudkan, bahkan bisa berurusan dengan hukum," ujar Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria, saat menghadiri sertijab Wali Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, dari pejabat lama kepada Wali Nagari Terpilih, Kamiruddin Rabu (30/8).

 

ia mengimbau agar wali nagari yang baru dilantik bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika bekerja sesuai aturan, insyaallah semua akan aman. Di samping itu, rajin-rajin bderkonsultasi dengan camat, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, untuk pengelolaan dana desa tersebut.

 

"Sebagai garda terdepan, wali nagari lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat, serap aspirasi masyarakat dan diskusikan dengan OPD terkait," ujarnya.

 

Di samping dana desa, wali nagari memiliki tugas untuk menyelenggarakan pemerintahan, dan pelayanan kepada masyarakat. Wali nagari serta perangkat nagari dituntut untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, seperti pelayanan yang mudah, murah, cepat, dan yang tidak kalah penting adalah keramahan dalam melayani.

"Kita menyadari, upaya dan kerja keras, serta inovasi dan terobosan, telah di perbuat untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Namun, kekurangan masih kita rasakan, dengan berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. Hal ini hendaknya menjadi dorongan, bagi wali nagari yang baru saja dilantik, untuk berbuat lebih bagi masyarakat," ujarnya mengingatkan.

 

Di samping itu, selama ini dalam pemikiran masyarakat, pembangunan hanya sebatas membuat jalan dan jembatan saja. Namun, pemerintah daerah juga intens terhadap pembangunan ekonomi. Inovasi yang gencar dilakukan seperti, Gerakan Agam Menyemai, Nagari Madani, Maghrib Mengaji, Thaharah Masjid, dan lainnya, ini juga merupakan bentuk program pembangunan, yang perlu dilaksanakan dan dikembangkan.

 

"Begitu juga program ekonomi lainnya yang tengah kita gerakkan, terutama program pembangunan ekonomi berbasis rumah tangga, nan di laman untuak di makan, nan di parak baok ka pakan. Inovasi ini telah mampu meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya pula.

 

Di sisi lain, yang harus menjadi perhatian semua pihak, adalah pendekatan pembangunan dengan pola perencanaan partisipatif. Di nagari, hal ini bisa dituangkan dalam bentuk RPJM Nagari, dan dikuatkan dengan program tahunan (RKP). Tentunya hal ini mengacu kepada kebutuhan masyarakat, bukan keinginan masyarakat, serta berpedoman kepada RPJM daerah.

 

Selain itu, dalam hal pembinaan kemasyarakatan, wali nagari harus mampu melakukan pembinaan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat. Wali nagari harus mampu melakukan pendekatan sesuai dengan kultur, dan karakteristik masyarakat setempat, mampu menjalankan dan menyukseskan program pembinaan kemasyarakatan, yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten, dan pusat.

 

Selanjutnya, wali nagari harus mampu menggali potensi yang ada di nagari, dan mencari upaya atau terobosan untuk pengembangan pemberdayaan masyarakat. Nagari-nagari di Kabupaten Agam cukup terkenal, dan kaya dengan sember daya, tinggal bagaimana meningkatkan serta mengemasnya dengan lebih baik lagi.

 

"Tugas-tugas tersebut memerlukan kesamaan persepsi, kesatuan arah dari seluruh lembaga yang ada di nagari, dan segenap lapisan masyarakat. Untuk itu, setelah dilantiknya wali nagari, segeralah menyusun perencanaan dalam bentuk RPJM nagari, karena dalam menjalankan kepemimpinan, wali nagari dituntut untuk lebih visioner, kreatif, dan inovatif," ujarnya menegaskan.

Sebanyak 16 nagari yang ada di Kabupaten Agam telah melakukan serah terima jabatan (sertijab), dari pejabat lama ke yang baru, untuk melanjutkan roda pemerintahan di nagari masing-masing periode 2017-2023.

 

Nagari dimaksud adalah Kubang Putiah, Ladang Laweh, Sungai Tanang, Taluak IV Suku, Padang Lua (Kecamatan Banuhampu), Nagari

 

yang telah disertijabkan pada 26 Agustus 2017. Nagari Sungai Pua, Batu Palano, Padang Laweh (Kecamatan Sungai Pua).  Nagari Malalak Timur (Kecamatan Malalak), dan Nagari Kamang Ilia, Kecamatan Kamang Magek, disertijabkan pada 27 Agustus 2017.

 

Di Kecamatan Tanjung Mutiara adalah Nagari Tiku Utara. di Kecamatan Tanjung Raya, yaitu Nagari Koto Malintang, Nagari Duo Koto, Nagari Paninjauan, yang telah disertijabkan pada 29 Agustus 2017. Di Kecamatan Ampek Nagari, Nagari Bawan, dan Kecamatan Palupuah, Nagari Nan tujuah, disertijabkan pada 30 Agustus 2017.

 

Sertijab hari pertama dan ke dua langsung dihadiri Bupati Agam H. Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah, untuk hari ke tiga dan ke empat dihadiri Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria, Dt. Tumangguang Putiah serta beberapa Kepala OPD.

 

Untuk saat ini, masih tinggal 12 wali nagari lagi yang akan disertijabkan,setelah dilantik, Jum'at (25/8), di GOR Padang Baru Lubuk Basung.

 

Dalam sertijab dimaksud, bupati dan wakil bupati tidak henti-hentinya mengingatkan wali nagari defenitif, untuk bisa menjalankan amanah tersebut dengan baik dan penuh tanggung jawab. Sebab, wewenang dan tanggung jawab wali nagari ke depan semakin berat, dan penuh tantangan.

"Salah satu tantangan dimaksud yaitu, dana desa banyak mengalir ke nagari, jika wali nagari tidak mengelolanya dengan baik, maka kesejahteraan masyarakat akan sulit diwujudkan, bahkan bisa berurusan dengan hukum," ujar Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria, saat menghadiri sertijab Wali Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, dari pejabat lama kepada Wali Nagari Terpilih, Kamiruddin Rabu (30/8).

 

ia mengimbau agar wali nagari yang baru dilantik bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika bekerja sesuai aturan, insyaallah semua akan aman. Di samping itu, rajin-rajin bderkonsultasi dengan camat, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, untuk pengelolaan dana desa tersebut.

 

"Sebagai garda terdepan, wali nagari lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat, serap aspirasi masyarakat dan diskusikan dengan OPD terkait," ujarnya.

 

Di samping dana desa, wali nagari memiliki tugas untuk menyelenggarakan pemerintahan, dan pelayanan kepada masyarakat. Wali nagari serta perangkat nagari dituntut untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, seperti pelayanan yang mudah, murah, cepat, dan yang tidak kalah penting adalah keramahan dalam melayani.

"Kita menyadari, upaya dan kerja keras, serta inovasi dan terobosan, telah di perbuat untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Namun, kekurangan masih kita rasakan, dengan berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. Hal ini hendaknya menjadi dorongan, bagi wali nagari yang baru saja dilantik, untuk berbuat lebih bagi masyarakat," ujarnya mengingatkan.

 

Di samping itu, selama ini dalam pemikiran masyarakat, pembangunan hanya sebatas membuat jalan dan jembatan saja. Namun, pemerintah daerah juga intens terhadap pembangunan ekonomi. Inovasi yang gencar dilakukan seperti, Gerakan Agam Menyemai, Nagari Madani, Maghrib Mengaji, Thaharah Masjid, dan lainnya, ini juga merupakan bentuk program pembangunan, yang perlu dilaksanakan dan dikembangkan.

 

"Begitu juga program ekonomi lainnya yang tengah kita gerakkan, terutama program pembangunan ekonomi berbasis rumah tangga, nan di laman untuak di makan, nan di parak baok ka pakan. Inovasi ini telah mampu meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya pula.

 

Di sisi lain, yang harus menjadi perhatian semua pihak, adalah pendekatan pembangunan dengan pola perencanaan partisipatif. Di nagari, hal ini bisa dituangkan dalam bentuk RPJM Nagari, dan dikuatkan dengan program tahunan (RKP). Tentunya hal ini mengacu kepada kebutuhan masyarakat, bukan keinginan masyarakat, serta berpedoman kepada RPJM daerah.

 

Selain itu, dalam hal pembinaan kemasyarakatan, wali nagari harus mampu melakukan pembinaan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat. Wali nagari harus mampu melakukan pendekatan sesuai dengan kultur, dan karakteristik masyarakat setempat, mampu menjalankan dan menyukseskan program pembinaan kemasyarakatan, yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten, dan pusat.

 

Selanjutnya, wali nagari harus mampu menggali potensi yang ada di nagari, dan mencari upaya atau terobosan untuk pengembangan pemberdayaan masyarakat. Nagari-nagari di Kabupaten Agam cukup terkenal, dan kaya dengan sember daya, tinggal bagaimana meningkatkan serta mengemasnya dengan lebih baik lagi.

 

"Tugas-tugas tersebut memerlukan kesamaan persepsi, kesatuan arah dari seluruh lembaga yang ada di nagari, dan segenap lapisan masyarakat. Untuk itu, setelah dilantiknya wali nagari, segeralah menyusun perencanaan dalam bentuk RPJM nagari, karena dalam menjalankan kepemimpinan, wali nagari dituntut untuk lebih visioner, kreatif, dan inovatif," ujarnya menegaskan.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: