31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Selasa, 12 Desember 2017 / 23 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Sabtu, 19/08/2017  20:58 WIB

Ada Isu Penting Dalam Pidato Kenegaraan

Melalui pidato kenegaraan, yang dibacakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dalam sidang tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7), ada pesan atau isu penting yang disampaikan, seperti dikatakan Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria Dt. Tumangguang Putiah, usai mendengarkan pidato kenegaraan bersama Forkopimda Agam, di aula Bappeda Agam, Rabu (16/8).


Menurutnya, isu pertama  adalah, seolah-olah kesatuan keutuhan NKRI dikhawatirkan akan terkoyak-koyak dengan berbagai perkembangan yang ada saat ini. Baik dengan tumbuhnya ideologi-ideologi, maupun perkembangan media sosial yang luar biasa, seperti hoak, gosip, isu, fitnah semua bercampur aduk.


"Poin penting yang kita tangkap dari pesan yang disampaikan itu adalah gambaran umum tentang kinerja dari lembaga-lembaga tinggi negara," ujarnya.


Dikatakannya, ada satu poin penting, bahwa kinerja satu lembaga dengan lembaga lainnya saling berkaitan. Ini membentuk sebuah sistem keberhasilan bangsa ini terkait adanya sinergitas, baik MPR, Kepresidenan, kehakiman, maupun lainnya.


Isu kedua yang menarik dari pidato tersebut, adalah ideologi falsafah bangsa yang sudah disepakati tidak ada masalah, namun yang diwanti-wanti jangan sampai penterjemahan seperti penterjemahan pancasilais didominasi, ditunggangi kepentingan tertentu, keberagaman, kebersamaan, ketunggalikaan dimaknai bersama-sama.


Dari Pidato yang disampaikan Ketua MPR RI, dikatakan wabup, Pancasila adalah ideologi yang sifatnya terbuka, sampai saat ini kita sepakat, komitemen dengan ideologi dan filsafah NKRI, dan Pancasila. Kita betul-betul melakukan harmonisasi kehidupan yang nyata, dengan pengertian sangat luas, tidak dipertentangkan.


"Kita sudah 72 tahun merdeka, mari kita mensyukuri, mengisi pembangunan, bekerja sebaik-baiknya dengan profesionalisme yang tinggi, dan melakukan pengabdian untuk kemajuan kedepannya," ujar berharap.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: