31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Selasa, 17 Oktober 2017 / 26 Muharram 1439 H
Berita Detil

Sabtu, 12/08/2017  15:11 WIB

Warga Tompek Palembayan Butuh Jembatan Bawa Hasil Pertanian

Warga Tompek, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membutuhkan pembangunan jembatan permanen untuk kelancaran pengangkutan produksi pertanian dan perkebunan daerah itu.

"Kami sangat membutuhkan jembatan permanen di daerah ini karena jembatan yang lama sudah rusak akibat curah hujan tinggi pada 2015 dan kini menggunakan jembatan darurat dari pohon kelapa," kata warga Tompek, Darneson, Kamis (10/8)


Ia menjelaskan, jembatan darurat dalam kondisi sangat memprihatinkan karena kondisi tanah penyanggah sangat labil.


Dengan kondisi ini, tanah akan turun apabila curah hujan tinggi melanda daerah itu, sehingga mengakibatkan arus trasportasi dari Tompek menuju Padang Koto Gadang menjadi terhambat.


"Pemerintah harus segera membangun jembatan ini, karena jalan ini satu-satunya penghubung Tompek dan Padang Koto Gadang," katanya.


Sementara itu, Wali Jorong Tompek, Ahmad Putra Andika menambahkan, jembatan ini putus semenjak 2015 dan warga sekitar langsung membangun jembatan darurat dari pohon kelapa.


Jembatan darurat itu, tambahnya, tidak bisa dilalui mobil truk untuk membawa hasil perkebunan kelapa sawit milik warga dan hanya bisa dilalui kendaraan roda empat sehingga harga kelapa sawit murah dari daerah lain.


"Di Tompek harga kelapa sawit sekitar Rp700 per kilogram, sementara di daerah lain sekitar Rp1.000 per kilogram," katanya.


Ia menambahkan, Jorong Tompek memiliki 126 kepala keluarga dengan jumlah warga 524 jiwa dan memiliki perkebunan sawit sekitar 2.000 hektare.


Agar jembatan itu dibangun, pihaknya telah mengajukan pembangunan jembatan itu melalui Musrembang Nagari Silareh Aia dan Musrembang Kecamatan Palembayan.(pc)


Namun pada Musrembang Kabupaten Agam, usulan itu tidak disetujui, sehingga jembatan tersebut belum dibangun.


"Saya akan mengajukan pembangunan jembatan itu, agar akses trasportasi masyarakat kembali normal," katanya.


Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agam, Vila Erdi menambahkan, pembangunan jembatan itu harus masuk perencanaan pembangunan setelah diusulkan saat Musrembang tingkat nagari, kecamatan dan kabupaten.


Setelah itu pembangunan jembatan masuk pada rencana kerja Pemkab Agam dan anggaran pembangunan jembatan itu telah tersedia pada APBD.


"Ini mekanismen pengusulan pembangunan tersebut dan pada 2017 ini Pemkab Agam memprioritaskan untuk pembangunan fisik. Saya akan memeriksa usulan pembangunan jembatan itu apakah masuk Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun anggaran 2018," katanya.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: