21 Agustus 2017

-

Melepas Pawai Alegoris

-

Rapat Paripurna Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi tentang Ranperda tentang Perubahan Perda No.2 Tahun 2012 tentang Perubahan Retribusi Jasa Umum

» jadwal kegiatan lainnya

Senin, 21 Agustus 2017 / 28 Zulqaidah 1438 H
Berita Detil

Jumat, 04/08/2017  08:47 WIB

Pemkab Agam Mewajibkan Seluruh Hewan Quban Miliki Tiga Surat

PemkabAgamMewajibkanSeluruhHewanQubanMilikiTigaSurat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, mewajibkan seluruh hewan qurban memiliki Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR), Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan surat keterangan kepemilikan dari wali nagari atau desa adat.


Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian setempat, Farid Muslim Jumat (4/8) menjelaskan, ketiga surat ini harus dimiliki pedagang saat melakukan transaksi jual beli hewan qurban dengan pengurus masjid diwajibkan ada.


Katanya lagi, SKSR ini bertujuan untuk mengetahui sapi betina yang dijual itu tidak produktif, karena pemerintah melarang pemotongan sapi betina produktif agar populasi ternak terus meningkat setiap tahun.


Sementara SKKH ini untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan tersebut dari berbagai penyakit menular seperti, antraks, jembrana, cacing hati dan lainnya.


"Kedua surat ini di terbitkan oleh UPT Kesehatan Hewan setelah sapi tersebut diperiksa," katanya.


Untuk surat keterangan kepemiliki yang dikeluarkan wali nagari, tambahnya, sangat berguna agar jual beli ternak tersebut tidak dipermasalahkan pihak lain atau ternak yang dibeli itu hasil curian.


Agar ini tidak terjadi, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pedagang.


"Sosialisasi ini terus kita lakukan menjelang Idul Adha 1438 Hijriyah," katanya.


Ia menambahkan, populasi sapi jantan di Agam sebanyak 12.328 ekor tersebar di Kecamatan Tanjungmutiara sebanyak 1.738 ekor, Lubukbasung sebanyak 2.098 ekor, Matur sebanyak 529 ekor, Tanjungraya sebanyak 729 ekor.


Sementara di Kecamatan Ampeknagari sebanyak 1.251 ekor, Palembayan sebanyak 1.170 ekor, Ampekkoto sebanyak 349 ekor, Malalak sebanyak 465 ekor, Banuhampu sebanyak 327 ekor.


Selain itu, Kecamatan Sungaipua sebanyak 611 ekor, Ampekangkek sebanyak 353 ekor, Canduang sebanyak 558 ekor, Kamangmagek sebanyak 289 ekor, Baso sebanyak 406 ekor, Tilatangkamang sebanyak 1.013 ekor dan Palupuh sebanyak 442 ekor.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: