31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Selasa, 17 Oktober 2017 / 26 Muharram 1439 H
Berita Detil

Senin, 19/06/2017  15:22 WIB

Distan Agam Bentuk Tm Pemeriksa Kesehatan Sapi

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membentuk tim untuk memeriksa kesehatan sapi dan kerbau yang akan disembelih menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah.

 

"Tim akan memeriksa penyakit menular yang diderita hewan itu, seperti penyakit antraks, cacing hati, dan jembrana. Ini bertujuan untuk mengantisipasi penularan penyakit dari hewan kepada manusia," kata Sekretaris Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, didampingi Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Pertanian Agam, Ronal Depson, di Lubuk Basung, Senin (19/6).

 

Ia menjelaskan, tim akan memeriksa kesehatan hewan yang akan dipotong di rumah potong hewan, dan pemotongan sapi yang dilakukan warga, dalam memastikan layak atau tidak layaknya hewan itu dipotong. Pengawasan itu bertujuan untuk meminimalisasi peredaran daging sapi impor ilegal, daging busuk, ayam yang dipotong sudah mati dan lainnya.

 

"Tim yang berjumlah 21 orang itu terdiri atas dokter hewan, petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian Agam dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peternakan kecamatan," katanya.

 

Ia menambahkan, selain memeriksa kesehatan hewan yang akan dipotong, tim juga melakukan pengawasan peredaran daging sapi, daging ayam, dan telur ayam di pasar tradisional.

 

"Apabila menemukan penyakit, maka tim melarang pedagang untuk memotong hewan itu. Namun sapi mengidap penyakit cacing hati dan jembranan, boleh dipotong, dan harus dibuang usus, hati dan lainnya," ujarnya.

 

Apabila menemukan daging tersebut, maka tim akan melakukan pembinaan kepada pedagang agar tidak menjual daging tersebut, karena berisiko terhadap kesehatan konsumen.

 

"Kita hanya bisa untuk pembinaan, sementara penindakan kita tidak bisa," katanya.

 

Setelah itu, sampel daging sapi itu akan diambil dan diperiksa ke Laboratorium Balai Viteriner di Baso.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: