Minggu, 23 Juli 2017 / 28 Syawwal 1438 H
Berita Detil

Rabu, 10/05/2017  12:50 WIB

Polres Agam Tekan Angka Kecelakaan Gelar Operasi Patuh Singgalang 2017

PolresAgamTekanAngkaKecelakaanGelarOperasiPatuhSinggalang2017

Polres Agam menggelar Operasi Patuh Singgalang tahun 2017, guna menekan angka kecelakaan lalulintas di daerah itu. Razia serentak yang dilakukan di seluruh Indonesia tersebut mulai pada 9 hingga 24 Mei 2017.

 

“Dalam operasi tersebut ada tiga tindakan yang kita lakukan terhadap pengendara, baik sepeda motor maupun mobil. Tindakan dimaksud terutama penindakan, preventif, dan persuasif,” ujar Kapolres Agam AKBP Ferri Suwandi, SIK usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Singgalang 2017 di halaman Mapolres Agam, Selasa (9/5).

 

Penindakan yang dilakukan seperti menilang pelanggar lalulintas, preventif atau mencegah terjadinya pelanggaran, dan persuasif atau penyuluhan terutama kepada pelajar.

 

Ferry mengungkapkan, selama 2017 kasus laka lantas di wilayah hukum Polres Agam ada 48 kasus, 17 orang meninggal dunia, dan lainnya mengalami luka berat, dan ringan.

 

“Hal tersebut terjadi tidak lepas dari pelanggaran yang dilakukan korban, seperti tidak memakai helm, melawan arus, dan ugal-ugalan,” ujarnya lagi.

 

Kasat Lantas Polres Agam Iptu Juliasman, SH menambahkan, pada 2017 angka laka lantas di Agam berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk terus menekan angka tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya, mulai dari penindakan dan pencegahan, sehingga terciptanya kondisi berlalu lintas yang nyaman dan tertib.

 

“Yang jelas dalam melaksanakan Operasi Patuh tersebut, kita harus berpedoman kepada aturan yang ada, sesuai dengan amanat UU nomor 22 tentang Lalu Lintas serta angkutan jalan raya,” jelasnya.

 

Dikatakannya, yang terpenting dari operasi itu, bagaimana kita semaksimal mungkin berupaya menekan angka laka lantas, sehingga diharapkan kepada seluruh pengendara memiliki SIM dan STNK kendaraan, dan selalu dibawa setiap bepergian.

 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Drs. Isra MM, mengakui masih ada kedapatan pelajar yang mengendarai sepeda motor ke kesekolah. Ini juga bisa membahayakan mereka nantinya, apalagi belum memiliki SIM.

 

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita akan menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak memperbolehkan anak-anaknya membawa motor ke sekolah,” ujarnya(PC)

 Disajikan Oleh : Bagian Hubungan Masyarakat
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: