24 Mei 2017

-

Upacara Peringatan HUT Malalak ke 10 Tahun 2017

-

Rapat Umum Luar Biasa (RUPS ) Tahun Buku 2016

-

Menghadiri Acara Peluncuran dan Diskusi Buku In Memoriam 100 Seniman, Wartawan dan Budayawan Sumatera Barat Karya Nazif Basir

» jadwal kegiatan lainnya

Jum'at, 23 Juni 2017 / 28 Ramadhan 1438 H
Berita Detil

Jumat, 21/04/2017  12:42 WIB

Luas Kebun Jagung Di Garagahan Tidak Menetap

LuasKebunJagungDiGaragahanTidakMenetap.jpg

Luas kebun jagung di Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam tidak menetap. Pasalnya, tiap tahun luas kebun selalu mengalami perubahan.

 

"Perubahan ini terjadi karena tiap tahun petani  kadang berkebun dan terkadang bersawah," ujar Wali Nagari Garagahan Firmandaus, S. Ag, saat di temui di kantor nya, Selasa (18/4).

 

Ia mengatakan, petani di Garagahan tidak fokus kepada satu komoditas. Sebelumnya petani mencoba berkebun jagung, dan selesai panen mereka mengalihkan pertanian ke padi, sehingga hasil panen padi jadi meningkat, begitu juga sebaliknya.

 

Hal itu terjadi karena pupuk waktu berkebun menumpuk, dan jika lahan diolah menjadi swah, maka padi tumbuh dengan subur sempurna. Begitu juga dengan jagung, sehingga hasil panennya meningkat. Dalam hal ini, petani tiga kali berkebun, dan satu kali bersawah.

 

"Sejak itu, luas perkebunan jagung di Garagahan tidak menentu, selalu mengalami perubahan. Di Garagahan, kebun jagung yang tetap lebih kurang seluas 10 hektar, dan jika musiman meningkat menjadi 20 hingga 25 hektar.

 

Salah seorang petani jagung, Nurmatias (67) mengungkapkan, ia memiliki kebun jagung tetap lebih kurang satu hektar, dan hasilnya lumayan, dengan produksi 3,5 hingga 4 ton satu kali panen, dengan harga Rp32.000 hingga Rp34.000 per kilogram.

 

Menurutnya, faktor yang membuat luas lahan perkebunan jagung tidak menetap, adalah kualitas lahan usai berkebun bagus jika ditanami padi, begitu juga kualitas lahan persawahan.

 

"Berkebun jagung memang memberikan kemudahan, baik di segi penanaman, maupun pemupukan, dan panennya. Beda dengan sawah yang selalu bergantung dengan ketersediaan  air," ujarnya.

 Disajikan Oleh : Bagian Hubungan Masyarakat
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: