21 Agustus 2017

-

Melepas Pawai Alegoris

-

Rapat Paripurna Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi tentang Ranperda tentang Perubahan Perda No.2 Tahun 2012 tentang Perubahan Retribusi Jasa Umum

» jadwal kegiatan lainnya

Senin, 21 Agustus 2017 / 28 Zulqaidah 1438 H
Berita Detil

Jumat, 21/04/2017  12:28 WIB

Talas Berpotensi Export Bernilai Ekonomis Di Agam Kembangkan

TalasBerpotensiExportBernilaiEkonomisDiAgamKembangkan.jpg

Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengembangkan Talas Safira. Sebagai wujud keseriusan daerah itu dalam pengembangan tanaman bernilai ekonomis potensi eksport.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. Afdhal, melalui Sekretaris Dinas Pertanian Ir. Arief Restu, M.Si, Senin (17/4) mengatakan, pihaknya mulai melakukan pengembangan Talas Safira, dengan membuat demplot-demplot pengembangan pada beberapa kecamatan yang dianggap sesuai dengan kondisi dan iklim yang mendukung. 

 

Saat ini, sebanyak 500 Kg Umbi Talas Safira yang akan dijadikan bibit telah tersedia di kebun bibit Bupati Agam, untuk dikembangkan. Bibit ini dikirim langsung dari Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Umbi Talas Safira, yang baru datang tersebut, akan disemai terlebih dahulu pada polibag, dan akan dibagikan apabila bibit tersebut telah tumbuh dengan baik.

 

"Talas Safira kaya sumber kalsium dan kalori, tetapi kandungan karbohidratnya rendah, sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan diet, juga baik untuk penderita diabetes," ujar Arief.

 

Selain itu, talas memiliki kandungan serat yang tinggi namun rendah kandungan lemak, bahkan kadar kolesterolnya 0 persen, sehingga melancarkan pencernaan dan peredaran darah. Selain umbi, seluruh bagian dari tanaman talas dapat dimanfaatkan seperti daun dan batang.


"Tanaman tersebut dapat diolah sebagai bahan pangan komersil, seperti keripik talas,  bahan baku kue dan roti, bahkan bubur untuk bayi," ujarnya menambahkan.


Hasilnya ternyata maksimal, sebab rata-rata dalam 1 hektar lahan mampu menghasilkan 10 hingga 20 ton talas safira."Cukup diairi seminggu sekali, jika terlalu basah malah sulit untuk tumbuh kembangnya. Pemupukan dengan pupuk organik dan tak butuh waktu lama, hanya kisaran 4 bulan sudah dipastikan panen," ujarnya pula.

 

Ide tersebut bermula saat Bupati Agam, Indra Catri menghadiri Pameran Apkasi International Trade and Investment Summit (AITIS) di Jakarta pada Mei tahun lalu. Saat itu ia membawa pulang bibit talas safira, untuk dilakukan uji adaptasi lokasi dengan menanam bibit tersebut di kebun bibit di pekarangan rumah dinas Bupati Agam. Ternyata perkembangan umbi talas tersebut mampu beradaptasi dengan baik, dengan menghasilkan 10-20 umbi berukuran yang sama seperti di daerah asalnya.

 

Untuk itu Indra Catri berkeinginan agar talas safira dapat dikembangkan di Kabupaten Agam, dalam upaya mendukung program strategis pembangunan daerah, melalui penguatan ekonomi rakyat dibidang kedaulatan pangan. Pengembangan talas safira sebagai produk pangan alternatif sebagai salah satu komoditi pemanfaatan pekarangan, yang termasuk ke dalam Program "Agam Menyemai".

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: