31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Senin, 11 Desember 2017 / 22 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Sabtu, 15/04/2017  14:09 WIB

Sebanyak 12 Orang Mahasiswa Unand Lakukan Pendampingan Ke Para Petani Agam

Sebanyak 12 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padan

Sebanyak 12 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang, memberikan pendampingan kepada petani penerapan teknologi dan inovasi untuk peningkatan produksi pangan dan ternak di Kabupaten Agam. 

 

"Selama tiga bulan ke depan, mereka akan bertugas melakukan penguatan kelembagaan petani guna menyukseskan program program Upaya Khusus (UPSUS) swasembada pangan dan Sistem Indukan Wajib Bunting (SIWAB)," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. Afdhal, didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Ir. Jafrizal, M. Si, di Lubuk Basung, Kamis (13/4).

 

Ia menjelaskan, pendampingan dan pengawalan untuk mencapai swasembada pangan, merupakan faktor penting, yang tak bisa diabaikan. 

 

Untuk itu, pemerintah gencar melibatkan semua lini, mulai dari petani itu sendiri sebagai pelaku utama, penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, bahkan termasuk dukungan dari personil TNI, dan mahasiswa.

 

Menurut dosen pembimbing lapangan Fakultas Pertanian Unand, Dr. My Syahrawati, SP, M.Si, ke 12 orang mahasiswa ini disebar di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Agam. Mereka bertugas sebagai pendamping penyuluh untuk membantu penguatan kelembagaan petani di lapangan.

 

"Mahasiswa/alumni ini nantinya membantu melakukan pendampingan, terutama dalam rangka penerapan teknologi dan inovasi untuk peningkatan produksi pangan dan ternak," ujarnya.

 

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. Aguska Dwifajra berharap, pendamping nantinya mampu melakukan identifikasi potensi wilayah, dan pendataan usaha tani di lokasi pendampingannya.

 

"Pendamping harus berusaha untuk menjadi sahabat petani, dengan melakukan transfer teknologi, dan memberikan solusi terhadap permasalahan di lapangan, sehingga target peningkatan produksi dalam mendukung UPSUS terpenuhi," katanya.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: