21 Agustus 2017

-

Melepas Pawai Alegoris

-

Rapat Paripurna Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi tentang Ranperda tentang Perubahan Perda No.2 Tahun 2012 tentang Perubahan Retribusi Jasa Umum

» jadwal kegiatan lainnya

Senin, 21 Agustus 2017 / 28 Zulqaidah 1438 H
Berita Detil

Kamis, 13/04/2017  11:39 WIB

Tilkam dan Kamek Kecamatan Penghasil Bawang Merah Jadi Perhatian Pusat

TilkamdanKamekKecamatanPenghasilBawangMerahJadiPerhatianPusat

Kecamatan Tilatang Kamang dan Kecamatan Kamang Magek, penghasil bawang merah dan cabai di Kabupaten Agam, jadi perhatian Tim Upaya Khusus Bawang Merah dan Cabai (UPSUS BABE) Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

 

"Setelah melihat lokasi tanaman bawang merah dan cabai di dua kecamatan tersebut, tim Kementrian Pertanian  sangat takjub melihat lokasi tanaman cabe kelompok tani mampu panen selama 8 bulan, dan tinggi batang mencapai 2 meter," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam diwakili Sekretaris Ir. Arief Restu di Lubuk Basung, Rabu (12/4).

 

Senin (10/4), Tim UPSUS BABE Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Ir. Nurhayati berkunjung ke Kabupaten Agam, memastikan ketersediaan pasokan bawang merah dan cabe aman menjelang masuknya Ramadhan 1438 Hijriah.

 

Saat itu, tim didampingi petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Agam, melakukan kunjungan lapangan langsung ke kelompok sentra penghasil bawang merah dan cabe di dua kecamatan di Kabupaten Agam, salah satunya Kelompok Tani Bambu Mudo, Jorong Dalam Koto, Nagari Kamang Hilia, Kamang Magek.

 

Melihat kondisi di lapangan Nurhayati sangat terkejut dengan capaian bawang merah, yang berdasarkan hasil ubinan panen sebesar 38 ton/ha.  Ini merupakan hasil yang sangat signikfikan, dan keberhasilan yang luar biasa, dalam membangun pertanian melalui binaan petugas pertanian setempat. Ia mengaku layak, dan akan mengusung kelompok Tani Bambu Mudo sebagai penangkar Bawang Merah.

 

Belum hilang keterkejutannya, Ia dibuat takjub melihat lahan cabe kelompok, yang mampu melakukan panen selama 8 bulan, bahkan tinggi tanaman mencapai 2 meter. Secara spontan, Nurhayati meminta benih cabe tersebut untuk ditanam di lokasi percontohan Direktorat Jendral Holtikultura Kementerian pertanian.

 

Setelah memperoleh hasil di lapangan, Nurhayati berkeyakinan stock bawang merah yang dihasilkan Kabupaten Agam mampu memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan. Dua lokasi di Kecamatan Tilatang Kamang,  luas tanaman bawang merah yang siap di panen pada bulan Mei sekitar 25 hektar, dan di Kecamatan Kamang Magek yang siap panen pada bulan Mei sekitar 34 hektar.

 

Karena menjelang Bulan Suci Ramadhan biasanya permintaan meningkat. Hal itu akan memengaruhi inflasi yang berimbas pada kehidupan rumah tangga.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: