24 Mei 2017

-

Upacara Peringatan HUT Malalak ke 10 Tahun 2017

-

Rapat Umum Luar Biasa (RUPS ) Tahun Buku 2016

-

Menghadiri Acara Peluncuran dan Diskusi Buku In Memoriam 100 Seniman, Wartawan dan Budayawan Sumatera Barat Karya Nazif Basir

» jadwal kegiatan lainnya

Kamis, 29 Juni 2017 / 4 Syawwal 1438 H
Berita Detil

Jumat, 03/03/2017  12:31 WIB

BPBD Agam Berupaya Kurangi Resiko Bencana

BPBDAgamBerupayaKurangiResikoBencana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menguyapakan agar masayarakat di daerah itu terhindar dari bencana alam. Bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Untuk itu, masyarakat diharapkan jangan sampai lengah terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

 

Menyikapi hal itu, Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, lebih mengoptimalkan  pengurangan resiko bencana di tengah –tengah masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui tentang bencana.

 

Kepala BPBD Agam Bambang Warsito, Kamis (2/3) d iruang kerjanya mengatakan, bencana datangnya tidak bisa diprediksi, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saja. Pihaknya harus melakukan sosialisasi kepada masayarakat, terkait dengan masalah pengurangan resiko bencana ini.

 

"Diharapkan sosialisasi dapat dilakukan masyarakat yang dikatakan" dari awak untuk awak” dan peserta diminta juga menyampaikan hasil sosialisasi ini kepada masyarakat di mana ia berada," ujarnya berharap.

 

Pemerintah daerah dalam hal ini, mampu memberikan sosialisasi tentang ilmu kebencanaan, terutama daerah-daerah yang dianggap rawan bencana, sehingga kewaspadaan masyarakat terhadap bencana ini semakin tinggi.

 

Untuk sosialisai, BPBD Agam melibatkan semua OPD yang ada di Kabupaten Agam, mulai dari OPD Kesehatan, maupun OPD terkait lainya. Selain itu, pihak BPBD terus berkoordinasi dengan OPD terkait, seperti Dinas PU dan BPBD Propinsi Sumatera Barat, dalam menangani bencana alam yang terjadi.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam program pengurangan bencana, BPBD bekerja sama dengan SENKOM Perwakilam Kabupaten Agam, untuk melakukan pembersihan Sungai Rangeh, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pasalnya hal ini bisa memicu terjadinya banjir bandang di sungai tersebut, yang diakibatkan banyaknya tumpukan material pengganggu kelancaran arus sungai,  yang terbawa longsor.

 

"Apabila terjadi hujan lebat, akan terjadi penyumbatan di sungai, sehingga dapat memicu banjir bandang," ujarnya lagi.

 Disajikan Oleh : Bagian Hubungan Masyarakat
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: