Kamis, 23 Maret 2017 / 24 Jumadil Akhir 1438 H
Berita Detil

Minggu, 12/02/2017  12:40 WIB

Agam Daerah Pertama di Sumbar Canangkan Gerakan Percepatan Tanam Padi

 Agam Daerah Pertama di Sumbar Canangkan Gerakan Percepatan Tanam Padi

 

Kabupaten Agam merupakan daerah pertama di Provinsi Sumatera Barat, mencanangkan gerakan percepatan tanam padi serentak. Kegiatan dilakukan disetiap kecamatan, dan dipusatkan di Durian Kapeh, Kecamatan Tanjung Mutiara, Sabtu (11/2).
Kagiatan dimaksud, dicanangkan langsung Bupati Agam Indra Catri, dan dihadiri Koordinator Upaya Khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai Pusat Widi Widianto, TNI AL Kolonel Hendra Yuliarman, TNI AU Mayor Muharam, TNI AD Heri Setiono, Dansat Brimob Polda Sumbar Tumpal Sitinjak, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Sumbar Arsal Agus, Kasdim 0304 Agam Mayor Intantri Indayadi, Kepala Dinas Pertanian Agam Afdal beserta jajaran, Camat serta Masyarakat.
Pencanangan yang dilakukan di lahan Keltan Saribulan Jaya tersebut dilakukan dengan cara penanaman padi perdana bersama tamu undangan.
Pada kesempatan tersebut Bupati Agam Indra Catri, mengungkap, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk tercapainya peningkatan produksi, dalam rangka mewujudkan Swasembada pangan pada tahun 2017.
"Di Agam telah ditetapkan 11 kawasan pengembangan komoditi, padi ditetapkan di Lubuk Basung dan Ampek Angkek, jagung di Ampek Nagari, ubi di Baso, jeruk di Baso dan Palupuah, Manggis di Ampek Nagari, Palembayan dan Kamang, sayuran di Banuhampu dan Sungai pua," ujar bupati.
Dikatakan Bupati, Agam merupakan kawasan sentra pertanian di Sumatera Barat, yang terus berinovasi dalam pengembangan potensi pertanian, dengan konsep "Agam Menyemai", sehingga potensi yang dimiliki dapat dioptimalkan, dan memberikan peningkatan hasil yang signifikan.
Menurutnya, jam kerja petani perlu ditingkatkan, supaya lahan kosong terus digarap, dan masyarakat lebih banyak menjual dari pada membeli.
Lebih lanjut bupati menyampaikan, tahun 2017, melalui dukungan dana APBN, Kabupaten Agam dialokasikan kegiatan untuk fasilitasi sarana produksi budidaya padi seluas 3.000 hektar, fasilitasi padi salibu 500 hektar, sarana produksi jagung 4.000 hektar pengembangan desa mandiri benih 1 unit, pengembangan padi organik 20 hektar dan unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) 3 unit.
Koordinator Upaya Khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai Pusat Widi Widianto, berikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Agam, yang telah membantu dengan produksi lain untuk meningkatkan swasembada pangan, dan tidak pernah kurang dari target yang ditetapkan.
"Kita mengharapkan, Kabupaten Agam tidak minus dari produksi pangannya, dan kedepan produktivitas lebih meningkat lagi," harapnya.
Sumber : Bagian Humas Setda Agam

Kabupaten Agam merupakan daerah pertama di Provinsi Sumatera Barat, mencanangkan gerakan percepatan tanam padi serentak. Kegiatan dilakukan disetiap kecamatan, dan dipusatkan di Durian Kapeh, Kecamatan Tanjung Mutiara, Sabtu (11/2).


Kagiatan dimaksud, dicanangkan langsung Bupati Agam Indra Catri, dan dihadiri Koordinator Upaya Khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai Pusat Widi Widianto, TNI AL Kolonel Hendra Yuliarman, TNI AU Mayor Muharam, TNI AD Heri Setiono, Dansat Brimob Polda Sumbar Tumpal Sitinjak, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Sumbar Arsal Agus, Kasdim 0304 Agam Mayor Intantri Indayadi, Kepala Dinas Pertanian Agam Afdal beserta jajaran, Camat serta Masyarakat.


Pencanangan yang dilakukan di lahan Keltan Saribulan Jaya tersebut dilakukan dengan cara penanaman padi perdana bersama tamu undangan.
Pada kesempatan tersebut Bupati Agam Indra Catri, mengungkap, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk tercapainya peningkatan produksi, dalam rangka mewujudkan Swasembada pangan pada tahun 2017.
"Di Agam telah ditetapkan 11 kawasan pengembangan komoditi, padi ditetapkan di Lubuk Basung dan Ampek Angkek, jagung di Ampek Nagari, ubi di Baso, jeruk di Baso dan Palupuah, Manggis di Ampek Nagari, Palembayan dan Kamang, sayuran di Banuhampu dan Sungai pua," ujar bupati.


Dikatakan Bupati, Agam merupakan kawasan sentra pertanian di Sumatera Barat, yang terus berinovasi dalam pengembangan potensi pertanian, dengan konsep "Agam Menyemai", sehingga potensi yang dimiliki dapat dioptimalkan, dan memberikan peningkatan hasil yang signifikan.


Menurutnya, jam kerja petani perlu ditingkatkan, supaya lahan kosong terus digarap, dan masyarakat lebih banyak menjual dari pada membeli.
Lebih lanjut bupati menyampaikan, tahun 2017, melalui dukungan dana APBN, Kabupaten Agam dialokasikan kegiatan untuk fasilitasi sarana produksi budidaya padi seluas 3.000 hektar, fasilitasi padi salibu 500 hektar, sarana produksi jagung 4.000 hektar pengembangan desa mandiri benih 1 unit, pengembangan padi organik 20 hektar dan unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) 3 unit.


Koordinator Upaya Khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai Pusat Widi Widianto, berikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Agam, yang telah membantu dengan produksi lain untuk meningkatkan swasembada pangan, dan tidak pernah kurang dari target yang ditetapkan.


"Kita mengharapkan, Kabupaten Agam tidak minus dari produksi pangannya, dan kedepan produktivitas lebih meningkat lagi," harapnya.


Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: