21 Agustus 2017

-

Melepas Pawai Alegoris

-

Rapat Paripurna Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi tentang Ranperda tentang Perubahan Perda No.2 Tahun 2012 tentang Perubahan Retribusi Jasa Umum

» jadwal kegiatan lainnya

Rabu, 23 Agustus 2017 / 30 Zulqaidah 1438 H
Berita Detil

Rabu, 30/11/2016  14:36 WIB

Pemkab Agam Libatkan 30 Group Kesenian Untuk Lestarikan Kesenian Tradisional

Libatkan para generasi muda melestarikan kesenian tradisional Minangkabau melalui even Apresiasi Seni Anak Nagari (ASAN) di Kabupaten Agam,

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat Hadi Suryadi di Lubuk Basung, Rabu (30/11), mengatakan acara apresiasi seni anak nagari ini diikuti 30 grup dari berbagai nagari (desa adat) digelar di halaman GOR Rang Agam, Kecamatan Lubuk Basung dari 29 hingga 30 September 2016.

 

Ia mengatakan ke 30 grup kesenian ini berasal dari Kecamatan Lubuk Basung sebanyak 10 grup dan kecamatan lainnya sebanyak 20 grup.

 

Grup kesenian ini akan menampilkan kesenian tradisional tambua tansa, tari pasambahan, tari piring dan lainnya.

 

"Masing-masing grup kesenian akan diberikan kesempatan untuk menampilkan kemampuannya," katanya.

 

Kegiatan ini akan memperkenalkan kesenian tradisional Minangkabau kepada generasi muda, karena sekarang ini banyak di antara mereka sudah tidak mengetahui lagi.

 

Selain itu menggali potensi yang dimiliki generasi muda karena yang terbaik akan diikutsertakan pada setiap even tingkat provinsi dan nasional.

 

"Selama ini kita telah melibatkan grup kesenian tersebut saat ada kegiatan provinsi dan nasional," katanya.

 

Ke depan Disbudpar Agam akan mengadakan kegiatan serupa dengan peserta yang lebih banyak karena sambutan masyarakat terhadap acara ini sangat tinggi.

 

Sementara itu Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Agam Mulyadi berharap kegiatan ini terus digelar dan ditingkatkan sehingga tujuan kegiatan itu dapat tercapai.

 

Pihaknya mendukung program Disbudpar yang menggelar kegiatan ini, karena kesenian tradisional belum terasa gerakannya bagi masyarakat Agam.

 

Hal ini disebabkan pengaruh globalisasi seni modern, sehingga kesenian tradisional Minangkabau kurang diminati oleh generasi muda.

 

"Melihat antusias masyarakat kita menyambut kegiatan ini dan berharap agar kegiatan ini digelar setiap tahunnya," katanya

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: