Kamis, 19 Januari 2017 / 20 Rabiul Akhir 1438 H
Berita Detil

Kamis, 17/11/2016  16:01 WIB

Nota Keuangan RAPBD 2017 Disampaikan Bupati Agam

NotaKeuanganRAPBD2017DisampaikanBupatiAgam

Bupati Agam Indra Catri menyampaikan Nota Keuangan RAPBD 2017 dalam sidang paripurna DPRD setempat, Rabu (16/11). 

 

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Agam Lazuardi Erman. Dihadiri juga oleh Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra, dan para Wakil Ketua DPRD seperti, Suharman dan Taslim. Serta dihadiri oleh Forkopimda, Sekda Agam Martias Wanto, para asisten, SKPD serta anggota DPRD Agam.

 

Bupati Agam mengatakan, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017 adalah mengacu kepada sembilan prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMD. Diantaranya, memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman serta pelestarian adat dan budaya salingka nagari, penguataa ekonomi rakyat, penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran serta pembangunan berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana.

 

Disampaikan bupati bahwa pemerintah menyusun prioritas pembangunan nasional itu sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing daerah. Untuk itu perlu dilakukan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan pemerintah daerah yang dituangkan dalam RKPD.

 

Adapun ringkasan gambaran umum bidang pendapatan daerah, belanja daerah dan bidang pembiayaan daerah dalam Raperda tentang APBD 2017 yang disampaikan Bupati Indra Catri ada beberapa hal.

 

Diantaranya pendapatan daerah tahun anggaran 2017 direncanakan sebesar Rp1.391.702.397.840, mengalami peningkatan sebesar Rp4.312.955.421 atau 0,31 persen. Pendapatan asli daerah sebesar Rp101.034.247.822 dan dana perimbangan Rp1.159.469.737.018. Kemudian lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp131.198.413.000.

 

Sementara untuk belanja daerah yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp892.280.257.259. Dibandingkan tahun anggaran 2016 terjadi penurunan sebesar Rp112.588.030.865, dan biaya belanja langsung sebesar Rp563.916.783.509. Kemudian untuk pembiayaan daerah tahun 2017 sebesar Rp24.488.736.509 yang berasal dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2016. Selanjutnya pengeluaran pembiayaan daerah dialokasikan sebesar Rp15 miliyar untuk penyertaan modal Permintah Daerah pada Bank Nagari Sumatera Barat. Dengan demikian pembiayaan netto berjumlah Rp9.488.736.509.

 

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bupati bahwa terjadi defisit anggaran sebesar Rp87.956.406.419.

 

Disampaikan Bupati Agam untuk melaksanakan pembangunan daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan daerah prioritas pembangunan, daerah strategi dan arah kebijakan pembangunan. 

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Agam Lazuardi Erman menyebutkan garis-garis besar RAPBD tahun anggaran 2017 yang disampaikan Bupati Agam merupakan rencana kerja Pemkab Agam kedepannya. "Kita berharap semoga rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah sesegeranya dibahas, sehingga bisa ditetapkan sesuai jadwal," jelasnya.

 Disajikan Oleh : Bagian Hubungan Masyarakat
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: