24 Mei 2017

-

Upacara Peringatan HUT Malalak ke 10 Tahun 2017

-

Rapat Umum Luar Biasa (RUPS ) Tahun Buku 2016

-

Menghadiri Acara Peluncuran dan Diskusi Buku In Memoriam 100 Seniman, Wartawan dan Budayawan Sumatera Barat Karya Nazif Basir

» jadwal kegiatan lainnya

Kamis, 29 Juni 2017 / 4 Syawwal 1438 H
Berita Detil

Kamis, 17/11/2016  15:56 WIB

Dishutbun Agam Cek Isu Pembiaran Masyarakat

DishutbunAgamCekIsuPembiaranMasyarakat

Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Kabupaten Agam, cek kebenaran isu terhadap pembiaran  masyarakat melakukan aktifitas di hutan cagar alam Jorong Tanjung Alai, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya.

 

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Agam Yulnasri, Selasa (15/11), mengatakan, isu yang dimaksud beredar di Media Sosial (Medsos) tentang pembiaran kawasan hutan cagar alam. Menindak lanjuti isu itu, dibentuk tim guna mensurvey secara langsung ke lokasi untuk melihat kebenaran isu tersebut.

 

"Namun, dari survey tim Polhut ke lokasi berdasarkan pengukuran dengan menggunakan GPS dan kelengkapan lainnya, lokasi yang di isukan oknum masyarakat Koto Malintang itu tidak benar. Pasalnya setelah melihat menggunkan GPS, jarak hutan yang di isukan dengan hutan cagar alam berjarak sekitar 100 meter," terang Yulnasri..

 

Dikatakan Yulnasri, meskipun lahan yang dimaksud dikelola oleh pemiliknya, itu tidak menjadi persoalan, sebab lokasinya adalah zona Areal Pengguna Lahan (APL). Bahkan hutan cagar alam, sama sekali tidak tersentuh oleh sipemilik lahan itu.

 

"Meskipun itu di luar hutan cagar alam, kita juga menyampaikan kepada masyarakat yang sudah mempunyai kebun di lokasi tersebut, setelah melakukan penebangan pohon diharapkan melakukan penghijauan kembali, sebab lokasi itu berada di kemiringan," ungkat Yulnasri.

 

Untuk mengantisipasi terjadi bencana, Dishutbun menganjurkan pemilik lahan untuk melakukan penanaman kembali di lokasi APL itu. Kalau masalah bibit, apapun bibitnya Dishutbun bersedia memberikan bantuan sesuai permintaan masyarakat.

 

Kasi Pelindungan Lahan dan Hutan Dishutbun Agam, Usdianto, mengatakan, saat melakukan pengukuran kelokasi, pihaknya didampingi oleh pemilik lahan yang diduga melakukan aktifitas di hutan cagar alam. Di lokasi itu, pemilik lahan bersedia mempertanggungjawabkan jika lahan tersebut masuk hutan cagar alam.

 

"Namun setelah dilakukan pengukuran, kami dapat mengatakan bahwa lokasi yang dimaksud itu tidak berada didalam zona hutan cagar alam Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya," kata Usdianto.

 

Dikatakan Usdianto, jika masayarakat Koto Malintang tidak peduli terhadap hutanya, tidak mungkinlah walinagarinya mendapat penghargaan, bahkan penghargaan itu sudah dua kali diperoleh, seperti Kalpataru dan Nagari Peduli Lingkungan. Kedua penghargaan ini sangat erat hubungannya dengan masalah hutan.

 Disajikan Oleh : Bagian Hubungan Masyarakat
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: