31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Jum'at, 24 November 2017 / 5 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Kamis, 13/10/2016  16:38 WIB

Dinkes Agam Lakukan Fongging Antisipasi DBD

DinkesAgamLakukanFonggingAntisipasiDBD

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, melakukan fogging atau pengasapan guna mengantisipasi merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah itu.

 

"Fogging dilakukan ini untuk mematikan nyamuk dewasa. Untuk jentiknya kita meminta warga melakukan gerakan 3 M Plus agar mata rantai penyakit DBD itu terputus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Indra didampingi Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Hendri Rusdian di Lubuk Basung, Rabu (12/10).

 

Ia menjelaskan, selama Januari sampai September 2016 Dinas Kesehatan telah melakukan 23 kali fogging di Kabupaten Agam. "Sebelumnya pada beberapa hari terakhir kita juga telah melakukan fogging di Kecamatan Lubuk Basung dan Kecamatan Baso," katanya.

 

Dalam melakukan fogging ini ada mekanisme yang harus dilakukan yakni, dimulai dari adanya laporan dari bidan setempat telah terjadinya penyebaran DBD kepada puskesmas dan ditindak lanjuti ke Dinas Kesehatan menurunkan petugas melakukan survai kelapangan sebelum melakukan fogging. 

 

"Lebih baik kita melakukan pencegahan sedini mungkin, sebelum melakukan pengobatan terhadap pasien," ucapnya.

 

Berdasarkan laporan setiap puskesmas, katanya, kasus DBD di Kabupaten Agam tercatat sebanyak 410 orang yang tersebar di Puskesmas Lubuk Basung sebanyak 152 orang, Puskesmas Pakan Kamis sebanyak 74 orang, Puskesmas Matur sebanyak 35 orang, Puskesmas Bawan sebanyak 34 orang dan Puskesmas Koto Alam sebanyak 26 orang.

 

Lalu, Puskesmas Padang Tarok sebanyak 16 orang, Puskesmas Baso sebanyak 10 orang, Puskesmas Biaro sebanyak 11 orang, Puskesmas Lasi sebanyak 13 orang, Puskesmas Kapau sebanyak 1 orang, Puskesmas Sungai Pua sebanyak  1 orang, Puskesmas Padang Luar sebanyak 8 orang, Pusekesmas IV Koto sebanyak 5 orang dan Puskesmas Malalak sebanyak 2 orang.

 

Kemudian, Puskesmas Maninjau sebanyak 7 orang, Puskesmas Palembayan sebanyak 6 orang, Puskesmas Pasar Balai Ahad sebanyak 6 orang dan Puskesmas Manggopoh sebanyak 2 orang.

 

"Untuk lima puskesmas seperti Puskesmas Magek, Puskesmas Palupuh, Puskesmas Tiku, Puskesmas Batu Kambing dan Puskesmas Muaro Putuih tidak ada laporan terjadinya penyebaran penyakit DBD," katanya.

 

Pada 2015, tambahnya, kasus DBD di Kabupaten Agam hanya sebanyak 289 orang.

 

Untuk itu, pihaknya menganjurkan masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar sehingga DBD tidak berkembang. Di samping itu, kalau ada dugaan penyakit DBD yang menyerang, warga diminta segera melaporkan ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat.

 

"Masyarakat juga harus mengubur, menutup, menguras, membakar obat nyamuk dan memakai kelambu waktu tidur dalam menghindari terjangkit DBD," ujarnya.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: