21 Agustus 2017

-

Melepas Pawai Alegoris

-

Rapat Paripurna Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi tentang Ranperda tentang Perubahan Perda No.2 Tahun 2012 tentang Perubahan Retribusi Jasa Umum

» jadwal kegiatan lainnya

Rabu, 23 Agustus 2017 / 30 Zulqaidah 1438 H
Berita Detil

Rabu, 05/10/2016  13:43 WIB

Pemkab Agam Peduli KDRT, Bentuk P2TP2A Di 16 Kecamatan

PemkabAgamPeduliKDRT,BentukP2TP2ADi16Kecamatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, dalam waktu dekat akan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di 16 kecamatan guna mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah itu.

 

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Agam, Retmiwati di Lubuk Basung, Selasa (4/10), mengatakan, pembentukan kepengurusan P2TP2A kecamatan ini merupakan tindaklanjut dari dilaksanakan sosialisasi KDRT tingkat kecamatan yang dilaksanakan pada delapan kecamatan di Kabupaten Agam.

"Pada tahun ini kita telah memberikan sosialisasi KDRT bagi 280 peserta yang dilaksanakan di delapan kecamatan," katanya.

Kedelapan kecamatan itu yakni, Kecamatan Baso, Lubuk Basung, Sungai Pua, IV Koto, Kamang Magek, Malalak, Candung dan Kecamatan Palupuh.

Sebelumnya pada tahun 2015, Pemkab Agam telah melaksanakan kegiatan sosialisasi yang serupa untuk delapan kecamatan di wilayah setempat.

"Saat ini, kita telah memiliki kepengurusan P2TP2A kabupaten di BPPKB Agam dan kepengurusan P2TP2A Kecamatan Ampek Angkek yang berkantor kecamatan itu," katanya.

Untuk itu, diharapkan kepada 15 kecamatan lainnya agar segera membentuk kepengurusan P2TP2A di wilayah setempat yang disetujui dengan keputusan camat seperti, memiliki ketua, wakil, sekretaris, berdahara dan empat divisi.

"Untuk tahun 2016 tercatat sebanyak 16 kasus KDRT dan kasus kekerasan terhadap anak, sedangkan untuk tahun 2015 sebanyak 20 kasus kekerasan," katanya.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: