Kamis, 19 Januari 2017 / 20 Rabiul Akhir 1438 H
Berita Detil

Kamis, 23/06/2016  14:12 WIB

Dipertahornak Agam Sosialisasikan Pengembangan Cabe

DipertahornakAgamSosialisasikanPengembanganCabe

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (Dipertahornak) Kabupaten Agam, Sumatera Barat sosialisasikan program pengembangan cabe bagi kelompok tani di sembilan kecamatan pada tahun 2016.

"Saat ini, kita lakukan pengembangan 45 hektar lahan tanaman cabe bagi 44 kelompok tani yang berada di sembilan kecamatan," kata Kepala Bidang Holtikultura Zumarni di Lubuk Basung, Kamis (23/6).

Ia menjelaskan, pengembangan cabe ini diperuntukan bagi Kecamatan Kamang Magek untuk lima kelompok tani dengan luas lahan sekitar 5 hektar, Kecamatan Baso untuk empat kelompok tani dengan luas lahan sekitar 4 hektar.


Lalu, di Kecamatan Matur sebanyak 10 kelompok tani dengan luas lahan sekitar 12 hektar, Kecamatan Ampek Koto sebanyak 10 kelompok tani dengan luas lahan sekitar  9,5 hektar dan Kecamatan Tanjung Mutiara sebanyak tiga kelompok tani dengan luas lahan sekitar 1,5 hektar.

Kemudian, Kecamatan Lubuk Basung sebanyak 2 kelompok dengan luas lahan sekitar 3 hektar, Tanjung Raya sebanyak 4 kelompok dengan luas lahan sebanyak 4 hektar, Tilatang Kamang sebanyak 4 hektar dengan luas lahan sekitar 4 hektar dan Kecamatan Palupuh sebanyak 2 kelompok dengan luas lahan sekitar 2 hektar.

"Rata-rata kelompok tani ini memiliki lahan untuk mengembangkan tanaman cabe sekitar 1 hektar setiap kelompok," katanya.

Ini merupakan pengembangan ini bantuan dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia pada 2016. Bantuan ini berupa bibit ungul, pupuk, pestisida, plastik dan lainya. "Untuk pengembangan tanaman cabe ini telah dianggarkan sebesar Rp1,26 miliar," katanya.

Pada umumnya produksi cabe tersebar merata dan terdapat di setiap Kecamatan di Kabupaten Agam ini dengan luas mencapai 1.924 Ha dengan produksi mencapai 30.091 kwintal. "Jenis cabe yang dominan ditanam adalah jenis cabe kriting," jelasnya.

Saat sosialisasi yang dilakukan pada Mei 2016 lalu, petani juga diberikan cara menanam bercocok tanam seperti, menanam benih yang bermutu, pupuk nabati, persiapan lahan serta pengendalian Organismen Penganggu Tanaman OPT dan lainya.

 Disajikan Oleh :
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: