20 Mei 2014

-

Penilaian Lomba Sekolah

-

Penilaian Tingkat Nasional

-

Pembicara Pada Acara Dialog Nasional

-

Acara Puncak Peringatan BBGRM XI & HKG-PKK Ke 42

-

Memberikan Ceramah pada Diklat Kepemimpinan Tk. III di Pusdiklat Regional Bukittinggi

» agenda lainnya

Sabtu, 02 Agustus 2014 / 5 Syawwal 1435 H
Berita Detil

Jumat, 25/05/2012  15:08 WIB

Pemkab Agam Ingatkan Masyarakat Lestarikan Hutan

 

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus mengingatkan masyarakat melestarikan hutan di lereng bukit sekitar pemukiman agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap masyarakat itu sendiri.
"Hutan di lereng perbukitan sekitar pemukiman masyarakat harus dijaga dan dilestarikan untuk mengantisipasi resiko tanah longsor," kata Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Agam Bambang Warsito di Lubuk Basung pada Reporter Agam Media Center, Jumat (25/5) 
Menurut dia, meski berada di kawasan hutan rakyat atau tidak pada hutan lindung, namun hutan di lereng perbukitan yang ada di sekitar pemukiman masyarakat dengan kemiringan tajam dilarang untuk dijadikan sebagai areal perkebunan dan pertanian karena mudah longsor.
Selain itu, umumnya perbukitan dekat pemukiman masyarakat di wilayah rawan bencana tidak layak untuk dijadikan areal perkebunan karena memiliki kemiringan tajam. Jika masyarakat masih melakukan hal itu, maka akan dapat menimbulkan bencana.
Hal itu, dibuktikan beberapa waktu yang lalu terjadi lonsor dibeberapa ruas jalan di wilayah Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Palupuah.
"Untuk itu, pihaknya melarang keras membuka hutan baik lindung, produksi maupun konservasi pada areal yang topografi berat (kemiringan tajam) karena akan berdampak buruk terhadap daerah sekitar," katanya
Disisi lain, dengan melakukan pembakaran atau penebangan pohon akan menjadikan hutan di perbukitan gundul, sehingga berakibat longsor ataupun erosi pada musim penghujan.
Ia memberikan contoh bukit yang berada di sekitar Kecamatan Malalak, Tanjung Raya, Palembayan dan Kecamatan Palupuah. Perbukitan itu memiliki banyak atau multi fungsi dan manfaat sebagai daerah resapan Air bila terjadi hujan terus menerus.
"Jika masyarakat masih membuka hutan sekitar lereng bukit itu sebagai areal perkebunan, maka akan membawa dampak kerugian bagi masyarakat itu sendiri apabila  tanah  tersebut longsor," tuturnya.
Sumber : Bagian Humas Setda Agam

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus mengingatkan masyarakat melestarikan hutan di lereng bukit sekitar pemukiman agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap masyarakat itu sendiri.


"Hutan di lereng perbukitan sekitar pemukiman masyarakat harus dijaga dan dilestarikan untuk mengantisipasi resiko tanah longsor," kata Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Agam Bambang Warsito di Lubuk Basung pada Reporter Agam Media Center, Jumat (25/5) 


Menurut dia, meski berada di kawasan hutan rakyat atau tidak pada hutan lindung, namun hutan di lereng perbukitan yang ada di sekitar pemukiman masyarakat dengan kemiringan tajam dilarang untuk dijadikan sebagai areal perkebunan dan pertanian karena mudah longsor.


Selain itu, umumnya perbukitan dekat pemukiman masyarakat di wilayah rawan bencana tidak layak untuk dijadikan areal perkebunan karena memiliki kemiringan tajam. Jika masyarakat masih melakukan hal itu, maka akan dapat menimbulkan bencana.


Hal itu, dibuktikan beberapa waktu yang lalu terjadi lonsor dibeberapa ruas jalan di wilayah Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Palupuah.


"Untuk itu, pihaknya melarang keras membuka hutan baik lindung, produksi maupun konservasi pada areal yang topografi berat (kemiringan tajam) karena akan berdampak buruk terhadap daerah sekitar," katanya


Disisi lain, dengan melakukan pembakaran atau penebangan pohon akan menjadikan hutan di perbukitan gundul, sehingga berakibat longsor ataupun erosi pada musim penghujan.


Ia memberikan contoh bukit yang berada di sekitar Kecamatan Malalak, Tanjung Raya, Palembayan dan Kecamatan Palupuah. Perbukitan itu memiliki banyak atau multi fungsi dan manfaat sebagai daerah resapan Air bila terjadi hujan terus menerus.


"Jika masyarakat masih membuka hutan sekitar lereng bukit itu sebagai areal perkebunan, maka akan membawa dampak kerugian bagi masyarakat itu sendiri apabila  tanah  tersebut longsor," tuturnya.


Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 

 Disajikan Oleh : Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: