20 Desember 2014

-

Memberikan Arahan dan Membuka Acara tentang Isu-isu Aktual yang di hadapi Islam

-

Membuka Kegiatan Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) PMI Kabupaten Agam Tahun 2014

-

Melepas Pawai Khatam Al Quran

-

Memeriahkan Milad Rebana Jorong Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai dan memperingati hari Ibu

-

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Surau Asy-Syari'ah Nagari Ladang Laweh

» jadwal kegiatan lainnya

Sabtu, 20 Desember 2014 / 27 Safar 1436 H
Berita Detil

Kamis, 23/02/2012  21:08 WIB

BPLH Agam Bentuk Tim Penilai Sekolah Adiwiyata

Sekolah Adiwiyata

 

Dalam rangka mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan untuk upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Agam, bentuk tim penilai sekolah ADIWIYATA Tahun 2012.
"Untuk itu, pihak BPLH Agam membentuk tim penilai sekolah Adiwiyata Kabupaten Agam Tahun 2012 serta  telah menyusun tim dalam melakukan meninjauan kepada sekolah-sekolah di 16 kecamatan di Kabupaten Agam, setelah itu perlu diadakan sosilisasi tentang Adiwiyata yang direncanakan di adakan di dua tempat yaitu di aula Dinkes Agam dan di Jirek", ujar Kepala BPLH Kabupaten Agam, Aswirman pada Reporter Agam Media Center. Kamis(23/02).
Sedangkan tugas tim nantinya melakukan seleksi sekolah-sekolah Adiwiyata serta melaporkan hasil pelaksanaan kerja tim penilai kepada Kepala  Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kabupaten Agam.
Selama ini, pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup dilakukan oleh masing-masing pelaku pendidikan lingkungan hidup  secara terpisah. Dewasa ini, disadari bahwa berbagai upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam pendidikan lingkungan hidup perlu dicermati oleh seluruh pemangku kepentingan agar efektivitas pengembangan pendidikan lingkungan hidup menjadi lebih terencana, konsisten dan terstruktur.
Menyikapi hal tersebut, melalui kesepakatan bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup  dengan Menteri Pendidikan Nasional pada 21 Februari 2006 mencanangkan Program "ADIWIYATA sekolah peduli lingkungan".ujarnya. 
Sedangkan, tujuan program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. 
Untuk Sekolah Model Adiwiyata merupakan suatu program pendidikan lingkungan hidup yang ditujukan bagi pemberdayaan sekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA. Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan model pengelolaan sekolah yang mendukung dilaksanakannya pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yakni Partisipatif dan Berkelanjutan. 
Untuk itu, perlu indikator keberhasilan program  Adiwiyata ada 4 faktor meliputi : 1. Pengembangan Kebijakan Sekolah yang diperlukan untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan 2. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan. 3. Pengembangan Kegiatan Berbasis Parsitipatif. 4. Pengelolaan dan atau pengembangan Sarana Pendukung Sekolah. 
Jadi idealnya sekolah-sekolah yang  sudah menerapkan ke 4 indikator tersebut, sudah dapat tergolong kriteria sekolah adiwiyata disesuaikan dengan kondisi sekolah/daerah masing-masing. Jadi belum tentu semua kebijakan di sekolah satu sama dengan kebijakan di sekolah/daerah lain.
Sementara hal lain dari program Adiwiyata juga dapat mengatasi kerusakan lingkungan alam dan pelestarian lingkungan bersih dan sehat di daerah masing-masing demi keselamatan bersama.  Hanya saja untuk diakui menjadi sekolah adiwiyata Nasional harus mengirimkan proposalnya  menjadi sekolah ADIWIYATA yang dikeluarkan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup melalui BPLH Agam yang berada didaerah nanti akan diseleksi di tingkat kecamatan, tingkat kabupaten dan tingkat propinsi serta mewakili daerah ke tingkat Nasional.ujarnya. mengakhiri.
Sumber : bagian Humas Setda Agam

Dalam rangka mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan untuk upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Agam, bentuk tim penilai sekolah ADIWIYATA Tahun 2012.
"Untuk itu, pihak BPLH Agam membentuk tim penilai sekolah Adiwiyata Kabupaten Agam Tahun 2012 serta  telah menyusun tim dalam melakukan meninjauan kepada sekolah-sekolah di 16 kecamatan di Kabupaten Agam, setelah itu perlu diadakan sosilisasi tentang Adiwiyata yang direncanakan di adakan di dua tempat yaitu di aula Dinkes Agam dan di Jirek", ujar Kepala BPLH Kabupaten Agam, Aswirman pada Reporter Agam Media Center. Kamis(23/02).
Sedangkan tugas tim nantinya melakukan seleksi sekolah-sekolah Adiwiyata serta melaporkan hasil pelaksanaan kerja tim penilai kepada Kepala  Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kabupaten Agam.
Selama ini, pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup dilakukan oleh masing-masing pelaku pendidikan lingkungan hidup  secara terpisah. Dewasa ini, disadari bahwa berbagai upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam pendidikan lingkungan hidup perlu dicermati oleh seluruh pemangku kepentingan agar efektivitas pengembangan pendidikan lingkungan hidup menjadi lebih terencana, konsisten dan terstruktur.
Menyikapi hal tersebut, melalui kesepakatan bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup  dengan Menteri Pendidikan Nasional pada 21 Februari 2006 mencanangkan Program "ADIWIYATA sekolah peduli lingkungan".ujarnya. 
Sedangkan, tujuan program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. 
Untuk Sekolah Model Adiwiyata merupakan suatu program pendidikan lingkungan hidup yang ditujukan bagi pemberdayaan sekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA. Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan model pengelolaan sekolah yang mendukung dilaksanakannya pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yakni Partisipatif dan Berkelanjutan. 
Untuk itu, perlu indikator keberhasilan program  Adiwiyata ada 4 faktor meliputi : 1. Pengembangan Kebijakan Sekolah yang diperlukan untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan 2. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan. 3. Pengembangan Kegiatan Berbasis Parsitipatif. 4. Pengelolaan dan atau pengembangan Sarana Pendukung Sekolah. 
Jadi idealnya sekolah-sekolah yang  sudah menerapkan ke 4 indikator tersebut, sudah dapat tergolong kriteria sekolah adiwiyata disesuaikan dengan kondisi sekolah/daerah masing-masing. Jadi belum tentu semua kebijakan di sekolah satu sama dengan kebijakan di sekolah/daerah lain.
Sementara hal lain dari program Adiwiyata juga dapat mengatasi kerusakan lingkungan alam dan pelestarian lingkungan bersih dan sehat di daerah masing-masing demi keselamatan bersama.  Hanya saja untuk diakui menjadi sekolah adiwiyata Nasional harus mengirimkan proposalnya  menjadi sekolah ADIWIYATA yang dikeluarkan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup melalui BPLH Agam yang berada didaerah nanti akan diseleksi di tingkat kecamatan, tingkat kabupaten dan tingkat propinsi serta mewakili daerah ke tingkat Nasional.ujarnya. mengakhiri.
Sumber : bagian Humas Setda Agam

 

 Disajikan Oleh : Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: